Jantung Hallim berdegup kencang hingga telinganya berdenging, sementara tubuh Gwanggyu yang menempel di punggungnya terasa sepanas tungku api."G– Gwanggyu... lepaskan..." bisik Hallim.Ia mencoba memanggil nama asli pria itu untuk mengembalikan akal sehatnya. Namun, ia tidak tahu, justru setelah mendengar namanya dipanggil oleh Hallim, hasrat dalam diri Gwanggyu malah semakin melonjak.Ia semakin mempererat lilitannya di perut Hallim, menarik pinggul perempuan itu hingga pantatnya semakin menempel pada 'miliknya' yang menegang keras, tidak menyisakan celah sedikit pun."Sudah kukatakan, diamlah," geram Gwanggyu dengan suara rendah, parau, dan terdengar berbahaya.Mata pria itu tampak gelap, dipenuhi gairah saat ia menatap leher putih Hallim yang terekspos.Tiba-tiba, ia membenamkan wajahnya di leher itu.Cup... Schlurp... Cup...Hallim tersentak saat merasakan bibir panas Gwanggyu yang menghisap lehernya."Ngh.." Hallim merintih sambil mencengkeram lengan Gwanggyu di perutnya.Gwangg
Zuletzt aktualisiert : 2026-08-22 Mehr lesen