Aku berbalik dan menjawab, "Tapi, Lyra bukan pengiring pengantinku."Levi menyahut, "Apa salahnya tambah seorang pengiring pengantin?"Lyra yang berdiri di samping Levi memainkan rambutnya sambil berkata, "Kalau Kak Eve keberatan, nggak apa-apa. Aku nggak harus jadi pengiring pengantin."Levi menatapnya. "Jangan selalu berkata begitu."Kemudian, pria itu menatapku, "Evelyn, itu hanya sepotong pakaian."Hanya sepotong pakaian. Hanya sebaris sumpah. Hanya sebuah latar panggung. Hanya sebuah payung. Sepertinya, jika Lyra menginginkan segala sesuatu yang berhubungan denganku, semuanya bisa menjadi tidak penting lagi.Aku membuka ponselku, lalu mengirimkan informasi kontak toko gaun pengiring pengantin kepada Levi. Ekspresinya pun melunak. "Lihat saja, bukannya masalahnya sesimpel ini."Aku tidak mengatakan apa-apa.Sore itu, aku pulang untuk membereskan perlengkapan pernikahan. Ruang tamu dipenuhi tumpukan kardus. Ada suvenir untuk tamu, kartu meja, buku tamu, dan album foto pernikahan yan
Baca selengkapnya