Di sisi lain kampus, di perpustakaan sore itu.Cassie duduk sendirian membaca buku referensi untuk jurnalnya. Tak lama, Melisa datang dan duduk di sebelahnya tanpa diundang.“Kamu masih bisa tersenyum, ya?” sindir Melisa.Cassie tidak menoleh. “Apa maumu, Melisa?”Melisa menyeringai. “Hanya kagum. Kamu bisa tetap bersikap seperti mahasiswi baik-baik padahal, semua orang tahu kamu punya hubungan spesial dengan dosen kita.”Cassie menutup bukunya perlahan, lalu menoleh. Tatapannya tajam, namun tenang.“Dengar baik-baik, Melisa. Aku tidak akan menanggapi fitnah dan gosip. Kalau kamu punya bukti, silakan bawa ke dekanat. Tapi kalau cuma nyebar rumor karena kamu sakit hati, itu bukan levelku.”“Ha-ha-ha!”Melisa tertawa sinis. “Berani juga kamu sekarang.”Cassie berdiri, menatapnya sejajar. “Aku diam bukan berarti lemah. Aku kuat karena aku tahu yang aku perjuangkan benar.”Tanpa menunggu jawaban, Cassie mengambil bukunya dan pergi, meninggalkan Melisa yang terdiam.Malamnya, di rumah meg
Huling Na-update : 2026-08-16 Magbasa pa