BAB 20POV ZYRANKepalaku berdenyut dengan rasa sakit yang tajam.Aku perlahan membuka mata. Langit-langit ruang kerja pribadiku terlihat, aku terbaring rata di lantai. Dadaku naik turun, dan kemejaku basah kuyup oleh keringat. Ingatan tentang mobil yang terbakar dan abu itu masih begitu jelas dalam pikiranku, membuat tanganku gemetar.Aku mendorong tubuhku bangkit dari lantai, napasku berat.“Roosevelt,” serakku, suaraku parau.Aku melihat sekeliling ruangan, ruang kerja itu benar-benar kosong.Aku melirik pintu. Pintu itu terbuka lebar.Aku berpegangan pada meja untuk menstabilkan tubuhku.Aku menepuk saku-sakuku. Kunci kuningan itu sudah hilang. Dia pasti mengambilnya ketika aku tidak sadarkan diri.“Tidak,” bisikku. “Tidak, tidak, tidak.”Aku bangkit dengan susah payah dan berlari keluar dari ruang kerja. Mansion itu berantakan. Para paramedis bergegas melewati pintu depan dengan tandu, dan para penjaga keamananku meneriakkan perintah.“Mr. King!” teriak kepala keamananku, berlari
Last Updated : 2026-08-16 Read more