Bab 1POV ROOSEVELTAroma kaya rosemary dan mentega yang mendesis memenuhi ruang makan, tetapi aku tidak sanggup memakannya sedikit pun. Seluruh perhatianku tertuju pada pria yang duduk di seberangku, Zyran.Cahaya lembut dari lampu gantung memantul di rambut hitam legamnya, yang tertata sempurna bahkan setelah seharian bekerja. Ia telah melepas jasnya, dan lengan kemeja putihnya digulung hingga ke siku, memperlihatkan lengan bawah yang kuat dengan urat-urat yang menonjol, sedikit menegang saat ia memotong steaknya. Ia tampak seperti sebuah mahakarya yang diciptakan oleh seorang dewa, dengan garis rahang yang tegas, tulang pipi yang tinggi, dan bibir yang biasanya membentuk garis lurus yang kokoh.Ia begitu memukau, begitu berkuasa, dan ia adalah milikku.Hari ini adalah hari jadi pernikahan kami yang keempat. Biasanya, Zyran akan menyuruh asistennya mengirim hadiah, kalung berlian atau tas desainer, lalu kami menjalani kehidupan kami masing-masing. Namun tahun ini, aku meminta sesuat
최신 업데이트 : 2026-07-24 더 보기