Aubrey semakin terhanyut dalam pikiran dan kesedihan hatinya.Bagaimana Oliver begitu tega memberikan kereta seindah itu untuk Zeline. Rasanya Aubrey tak rela, tapi dia tak bisa berbuat apapun.Aubrey memutuskan untuk mengunjungi keluarganya, sekalipun dia tahu ibunya mungkin tidak bisa menghiburnya.“Aubrey! Tumben kau datang ke sini!” seru Avery, adik kandungnya saat menyambut kedatangannya.Mereka berpelukan singkat lalu masuk ke dalam bersama-sama.“Aku sedang jalan-jalan ke kota, sekalian mampir,” sahut Aubrey.Ia diajak ke teras belakang dan menemui ibunya yang duduk di teras, sambil merajut.“Ibu, aku singgah,” ujar Aubrey ketika sudah di depan ibunya.Ibunya, Marchioness Margareth menengadah dan menatapnya dengan antusiasme.“Aubrey! Ibu sangat merindukanmu, Nak. Ayo duduk, temani Ibu merajut.”Aubrey menurutinya. Ia duduk di samping ibunya dan melihat hasil rajutan ibunya. Rajutan ibunya sangat bagus dan rapi. Bahkan bisa dijual dengan harga yang cukup tinggi.Sayangnya, mera
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-15 อ่านเพิ่มเติม