Aubrey kembali ke kamarnya dengan segala perasaan di hati yang saling berkecamuk.Dia marah, dia sangat kecewa. Dan pasti dia juga tersinggung pada sikap Oliver.Namun, di sisi lain, ketakutannya terhadap Oliver masih sangat kuat. Apalagi sekarang, dia memiliki dosa baru. Jika Oliver tahu sedikit saja tentang Velvet, lalu tentang Edgar, maka Aubrey sadar dia takkan layak untuk memprotes sedikit pun tentang sikap Oliver padanya.Ini membuat Aubrey merasa frustrasi.Tiba di kamarnya, Amy menyambut dengan pengertian yang penuh simpati.Dia tidak banyak bicara saat membantu Aubrey melepaskan gelungan rambutnya lalu menyimpan semua jepitan rambut yang baru saja dipakai.Hanya saja ketika Aubrey hendak menuju kamar tidur, Amy tak bisa menahan dirinya lagi.“Nyonya...,” bisiknya dengan ragu-ragu.Aubrey menoleh bertanya, “Ada apa?”Amy berbisik dengan antusiasme. “Tadi sore, saat Tuan pulang, Tuan membawa kereta ku
Last Updated : 2026-08-14 Read more