Malam harinya, di dalam kamar, Aira sudah lelap terbuai mimpi. Amara baru saja menyeduh segelas teh hangat dan bersiap melanjutkan draf perhiasan pesanan Siska di meja kerjanya ketika layar ponselnya menyala, menampilkan nama Naren.Amara menggeser tombol hijau di layar lalu menempelkan ponsel itu ke telinganya."Halo, Ren?" panggil Amara lembut, menyandarkan punggungnya di sandaran kursi."Halo, Ra! Belum tidur, kan?" Suara Naren terdengar dari seberang telepon, selalu membawa kehangatan tersendiri di tengah kelelahan Amara."Belum. Ini baru mau lanjut corat-coret draf lagi. Kamu sendiri baru selesai kerja?""Iya, baru banget menutup laptop. Capek banget minggu ini, Ra." Naren terkekeh pelan. "Nah, makanya aku telepon kamu sekarang. Akhir pekan ini kan Sabtu-Minggu, aku mau ngajak kamu sama Aira jalan-jalan. Aira kemarin bilang ke aku kalau dia mau banget ke kebun binatang, terus makan es krim yang corak pelangi itu. Gimana kalau hari Sabtu besok kita berangkat pagi-pagi?"Amara meng
Last Updated : 2026-09-17 Read more