Amara membeku. Lima ratus juta? Dari mana ia bisa mendapatkan uang sebesar itu? Jika ia tidak bisa membayar, Brian bisa membawanya ke jalur hukum, dan hidupnya bersama Aira akan hancur.Melihat diamnya Amara, Brian merasa menang, meski di dasar hatinya ada rasa perih yang melintas saat melihat mata manis wanita itu berkaca-kaca. Rasa benci dan rasa rindu bergejolak hebat, membuat dada Brian sesak."Baik, Pak," jawaban Amara. Wanita itu menatap Brian lurus-lurus dengan ketegaran yang membuat Brian tertegun. "Saya terima tugas itu. Lima puluh sketsa baru dalam tiga hari."Brian menyipitkan matanya. "Jangan memaksakan diri kalau akhirnya hanya menghasilkan sampah.""Saya akan buktikan profesionalisme saya, Pak Direktur. Permisi." Amara membungkuk sopan, lalu berbalik dan melangkah keluar ruangan dengan kepala tegak, walau kakinya terasa gemetar hebat.Brian menatap punggung Amara yang menghilang di balik pintu. Ia mengepalkan tangannya di atas meja, bernapas memburu." Kenapa kamu t
Zuletzt aktualisiert : 2026-07-27 Mehr lesen