Seprai di ranjang berantakan. Bisa dibayangkan betapa berhasratnya mereka tadi.Aku menarik napas dalam-dalam, menatap Gian, dan berusaha tetap tenang. "Bukannya kita sudah sepakat? Main-main boleh, tapi jangan bawa mereka ke rumah. Lagi pula, kamu jelas ingat hari ini hari apa."Gian hanya tersenyum acuh tak acuh, lalu menyalakan sebatang cerutu. "Tadi malam ada baku tembak di jalan, nggak aman. Jadi aku bawa dia ke rumah untuk berlindung."Ucapan Gian membuat wanita itu terkejut. Dia buru-buru mengenakan pakaiannya, lalu menatapku dengan gemetar."Nyonya, tolong jangan marah padaku. Aku nggak akan mengulanginya lagi. Aku pergi sekarang juga."Aku hanya menunduk tanpa daya. Melihat pakaiannya sudah robek semua, aku mencarikannya satu set pakaian milikku."Nggak apa-apa. Pergilah. Aku nggak akan menyalahkanmu."Selama beberapa tahun terakhir, kejadian seperti ini sudah terjadi terlalu sering. Awalnya Gian masih mau bersusah payah mencari alasan yang setidaknya masih masuk akal. Sekaran
اقرأ المزيد