Short
Memergoki Suami Berselingkuh, Aku Memilih Pergi di Kali Kesembilan

Memergoki Suami Berselingkuh, Aku Memilih Pergi di Kali Kesembilan

بواسطة:  Yiyiمكتمل
لغة: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8فصول
1.8Kوجهات النظر
قراءة
أضف إلى المكتبة

مشاركة:  

تقرير
ملخص
كتالوج
امسح الكود للقراءة على التطبيق

Saat aku memergoki Gian berselingkuh di atas ranjang untuk kesembilan kalinya, dia tampak tidak lagi begitu ketakutan. Dia hanya melirik jam, lalu bangkit dan menyerahkan mantel kepada wanita yang ada di ranjang itu. Kemudian, dia mengangkat pandangannya ke arahku. "Gimana hasil kontrol kehamilan hari ini? Kok pulangnya cepat sekali?" Melihat aku hanya menatap wanita di atas ranjang itu, dia langsung berdiri menghalangi pandanganku. "Ini semua salahku karena aku khilaf. Dia nggak ada hubungannya dengan ini. Kalau kamu marah, lampiaskan saja kepadaku." Gian mengira aku akan seperti dulu lagi, bertengkar hebat dengannya. Tak disangka, kali ini setelah mendengarnya, aku hanya tersenyum. Mungkin Gian sudah lupa, perjanjian aliansi lima tahun antara keluargaku dan keluarganya hampir berakhir. Begitu perjanjian itu selesai, aku pun bisa pergi.

عرض المزيد

الفصل الأول

Bab 1

Seprai di ranjang berantakan. Bisa dibayangkan betapa berhasratnya mereka tadi.

Aku menarik napas dalam-dalam, menatap Gian, dan berusaha tetap tenang. "Bukannya kita sudah sepakat? Main-main boleh, tapi jangan bawa mereka ke rumah. Lagi pula, kamu jelas ingat hari ini hari apa."

Gian hanya tersenyum acuh tak acuh, lalu menyalakan sebatang cerutu. "Tadi malam ada baku tembak di jalan, nggak aman. Jadi aku bawa dia ke rumah untuk berlindung."

Ucapan Gian membuat wanita itu terkejut. Dia buru-buru mengenakan pakaiannya, lalu menatapku dengan gemetar.

"Nyonya, tolong jangan marah padaku. Aku nggak akan mengulanginya lagi. Aku pergi sekarang juga."

Aku hanya menunduk tanpa daya. Melihat pakaiannya sudah robek semua, aku mencarikannya satu set pakaian milikku.

"Nggak apa-apa. Pergilah. Aku nggak akan menyalahkanmu."

Selama beberapa tahun terakhir, kejadian seperti ini sudah terjadi terlalu sering. Awalnya Gian masih mau bersusah payah mencari alasan yang setidaknya masih masuk akal. Sekarang bahkan sudah malas untuk berbohong.

Lagi pula, dari penampilannya saja terlihat kalau wanita itu masih sangat muda. Kemungkinan besar dia adalah putri salah satu anak buah yang sengaja dipersembahkan kepada Gian demi memperoleh beberapa hari kehidupan mewah.

Kalau dipikir-pikir, dia juga orang yang patut dikasihani.

Setelah menyuruh kepala pelayan mengantar wanita itu pergi, aku juga meminta orang-orang mengganti seluruh perabot di kamar itu.

Setiap kali membayangkan apa yang mereka lakukan di sana, rasa mual langsung menyerangku.

Aku berdiri di balkon, memandangi para pelayan yang mondar-mandir keluar masuk kamar.

Gian berjalan menghampiriku dan memelukku. "Angie, sekarang sifatmu makin tenang. Kamu makin mirip dengan sosok nyonya yang selama ini ada dalam bayanganku."

Dengan puas, Gian mengecup pipiku. Kemudian, dia mengeluarkan sebuah kalung. "Ini kalung yang dulu kamu suka di acara lelang. Karena belakangan ini kamu begitu patuh, anggap saja ini hadiah untukmu."

"Sekalian hadiah ulang tahun pernikahan kita yang kelima." Setelah berkata begitu, Gian langsung memakaikan kalung itu ke leherku.

Dia menatapku dengan sedikit kelembutan di matanya. "Sudahlah. Kita sudah nikah selama bertahun-tahun. Jangan terus murung hanya karena masalah kecil seperti ini. Aku akan ajak kamu lihat pesta kembang api."

Mendengar perkataan Gian, air mataku langsung mengalir tanpa bisa kutahan.

Aku menghindari sentuhannya, lalu mengambil sebuah surat perjanjian cerai yang sudah lama kusiapkan dari dalam tas. "Gian, kita cerai saja."

Melihat surat perjanjian cerai itu, Gian tertegun sesaat, lalu tertawa. "Sekarang kamu pakai cara baru apa lagi?"

"Kerja sama antara kedua keluarga kita mencakup begitu banyak jalur pelayaran dan dermaga. Hubungan kita sudah nggak mungkin dipisahkan lagi. Mana mungkin kita cerai? Lagi pula, kamu lagi mengandung anakku."

Sampai di situ, wajahnya menjadi muram. "Masalah ini cukup sampai di sini. Jangan cari gara-gara denganku. Kamu tahu aku paling nggak suka wanita yang merepotkan."

Dulu ayahku sebenarnya tidak menyukai Gian. Menurutnya, pria itu licik dan penuh tipu muslihat.

Namun, aku dibutakan oleh cinta. Demi bisa menikah dengan Gian, sekaligus berharap ayah bisa melupakan permusuhan lama dan membuat kedua keluarga bekerja sama, aku bahkan rela berlutut memohon kepada ayahku. Aku juga bersumpah dengan nyawaku sendiri bahwa Gian adalah orang yang layak dipercaya.

Setelah itu, ayahku akhirnya setuju. Dia menandatangani perjanjian aliansi dengan Gian sehingga hubungan kedua keluarga menjadi makin erat.

Di dalam perjanjian aliansi itu juga tercantum bahwa selama masa perjanjian berlangsung, aku tidak boleh bercerai dengan Gian.

Saat itu, Gian terus berjanji bahwa dia akan mencintaiku dan menyayangiku seumur hidup.

Namun tak disangka, baru sebulan setelah menikah, aku sudah memergoki Gian berselingkuh.

Saat ketahuan, tatapan Gian tetap dingin. "Angie, jangan buat keributan. Kedua keluarga kita sudah menandatangani perjanjian aliansi. Sekalipun aku selingkuh, kamu tetap nggak bisa menceraikanku Seumur hidup ini kamu hanya bisa bersamaku."

Aku tahu apa yang dikatakan Gian adalah kenyataan. Aku sama sekali tidak punya cara untuk melawan.

Aku hanya bisa memprotes dengan tidak makan dan tidak minum selama beberapa hari. Sayangnya, itu sama sekali tidak berguna.

Bukannya membuat Gian iba, dia justru makin menjadi-jadi. Keesokan harinya, dia bahkan langsung membawa selingkuhannya pulang ke rumah.

Gian yakin aku tidak mungkin bisa menceraikannya. Namun, dia juga tidak pernah menyangka, demi melindungi hak-hakku, ayah sengaja meminta pengacara mencantumkan sebuah klausul bahwa apabila salah satu pihak melakukan pelanggaran berat, perjanjian aliansi itu hanya berlaku selama lima tahun.

Itu juga merupakan taruhan antara aku dan ayahku. Ayahku menggunakan lima tahun itu untuk mempertaruhkan ketulusan hati Gian.

Kalau aku menang, kedua keluarga akan bekerja sama untuk jangka panjang dan ayahku juga akan membantu keluarga Gian berkembang lagi tanpa memedulikan biayanya.

Kalau aku kalah, aku harus bercerai dan pulang, lalu menerima semua pengaturan darinya.

Dulu, aku mengira akulah yang akan menang. Tak kusangka, akhirnya aku kalah telak.

Saat memikirkan itu, aku mengirim sebuah pesan kepada ayahku.

[ Ayah, aku kalah dalam taruhan lima tahun ini. Lima hari lagi aku akan kembali ke keluarga. Mulai sekarang, aku akan mengikuti semua pengaturan Ayah. ]

توسيع
الفصل التالي
تحميل

أحدث فصل

فصول أخرى

للقراء

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

لا توجد تعليقات
8 فصول
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status