Elara masih terbaring setelah tiga hari tidak sadarkan diri. Walaupun kemarin kelopak matanya sempat bergerak, tetap saja tidak ada perubahan. Ia belum juga membuka mata. Kondisinya stabil, tetapi kesadarannya belum kembali. Sementara itu, Kaelen masih setia berada di samping tempat tidurnya. “Duke, istirahatlah sebentar. Tubuhmu sendiri belum pulih sepenuhnya,” saran Tabib. “Iya, Duke. Ada hamba yang akan menjaga Lady Elara dengan baik,” kata Kanala. Namun Kaelen menolak. “Aku baik-baik saja.” Padahal wajahnya pucat dan tubuhnya terlihat masih lemah. Kaelen hampir tidak pernah meninggalkan kamar Elara. Ia selalu memastikan suhu tubuh Elara tetap hangat, memeriksa napasnya, dan sesekali menyentuh tangannya untuk memastikan wanita itu masih baik-baik saja. Kanala memperhatikan dari kejauhan. “Duke, Lady Elara pasti akan marah jika tahu Anda tidak beristirahat,” Kanala memperingatkan lagi, berusaha membujuk Kaelen agar beristirahat. “Dia bahkan belum sadar. Ba
Última actualización : 2026-09-12 Leer más