Di sudut ruang tengah yang lapang, aroma kayu pinus dan vernis yang masih segar menguar dari sebuah Grand Piano Steinway and Sons hitam yang mengkilap. Dua pria berseragam logistik baru saja selesai mengencangkan baut terakhir pada kaki piano, menjabat tangan Zayne, lalu pamit keluar dengan senyum sopan.Klek.Pintu depan tertutup rapat. Suasana kembali hening.Zayne berbalik, membiarkan dua kancing atas kemejanya terlepas longgar. Pria itu melangkah santai, menarik kursi kayu berbalut kulit, lalu duduk di depan deretan tuts yang mulus tanpa debu.Jemari panjang Zayne yang kokoh terulur. Ia menekan satu tuts di tengah.Ting.Satu nada jernih bergema, memantul di langit-langit apartemen miliknya. Zayne memejamkan mata sejenak, menghirup napas dalam-dalam, lalu membiarkan kesepuluh jarinya menari meliuk-liuk di atas tuts hitam-putih itu.Melodi yang mengalir kali ini adalah lagu klasik bertempo lambat dengan aransemen jazz yang sangat elegan. Ketukan nadanya mengalun hangat, dalam, dan
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-26 Mehr lesen