Suara sirine ambulans menggelegar menembus riuhnya lokasi syuting. Di tengah kerumunan kru yang panik, Vivianne meraung-raung histeris, menutupi wajahnya dengan kedua tangan yang gemetar. Beberapa staf terpaksa memegangi bahunya agar wanita itu tidak pingsan."Dion! Dion, kamu tidak apa-apa kan?! Sayang, jawab aku!" jerit Vivianne dengan suara serak menahan tangis.Saat petugas medis hendak menutup pintu belakang ambulans, Vivianne merangsek maju. "Saya ikut! Saya pacarnya!""Maaf, hanya keluarga atau yang punya wewenang resmi saja yang boleh mendampingi pasien," tahan salah satu petugas tegas.Para kru menoleh pada Sora yang berdiri kaku di samping tandu. "Mbak Sora ini manajernya, kan? Ayo cepat naik!"Vivianne membelalak, hendak protes, namun pintu ambulans keburu ditutup rapat.Di dalam mobil yang melaju kencang, Sora duduk menatap Dion yang tak sadarkan diri di atas tandu. Napas Dion terengah pelan di balik masker oksigen. Sora mengusap jemarinya yang dingin dan gemetar hebat. I
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-08 Mehr lesen