"Sayang, kamu sudah makan belum? Wajahmu pucat sekali lho ini," ujar Vivianne manja, menyentuh kening Dion yang dibalut perban. Dion menggeleng lemah, melirik jijik pada nampan bubur rumah sakit di atas meja. "Belum. Makanan di sini rasanya seperti kertas basah. Aku lagi pengen makan sup iga." "Aduh, tapi kan jauh dari sini, Sayang? Kalau pesan online gimana? Mau nggak, Sayang?" tanya Vivianne. "Nanti dingin dong," jawab Dion dengan nada manja. Sora menghela napas. Rasanya melihat pasangan di depannya ini membuat tensi darahnya naik seketika. "Aku saja yang pergi membelinya," sela Sora tenang seraya merapikan tali tas di bahunya. "Aku naik taksi ke sana. Supnya bisa dibungkus pakai wadah pemanas." Dion tersentak pelan. Pria itu menatap Sora sejenak—sadar betul bahwa wanita itu masih mengingat jelas restoran favoritnya—sebelum akhirnya membuang muka gengsi. "Terserah kamu." "Nah, gitu dong! Bagus kalau peka. Cepat ya, Sora!" seru Vivianne senang. Sora hanya mengangguk ti
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-09 Mehr lesen