Melihat wajah mereka yang penuh kebingungan, aku hanya tersenyum dan berkata, "Aku datang buat kasih selamat pada Kak Reina.""Baik banget kamu. Uang buat naik busnya cukup, nggak? Kalau kurang, Ibu kasih."Aku menatap uang empat ribu di tangan Ibu, lalu menundukkan kepala dan menjawab pelan, "Cukup, Bu."Pintu mobil pun langsung tertutup tanpa keraguan.Saat aku mengangkat kepalaku lagi, bahkan jejak asap knalpot mobil itu pun sudah menghilang.Aku mengusap hidungku yang mulai terasa perih, lalu mengeluarkan ponsel dan mencari:[Apakah bisa mulai kuliah lebih awal di Universitas Altara?]….Seperti biasanya, aku pulang naik bus.Sopir bus melihatku dan sempat tertegun. "Nak, habis ujian masuk perguruan tinggi, kok nggak ada yang jemput?"Aku tersenyum sambil menggeleng, lalu memilih duduk di kursi dekat jendela.Ponselku bergetar. Ada pesan dari Ibu.Katanya, ujian Reina berjalan cukup baik dan malam ini seluruh keluarga akan makan malam di hotel bintang lima.Aku menatap kata "selur
Read more