Di Kota Jasfir, Lydia terkenal sebagai orang yang gampang terbawa emosi. Namun, hari ini, raut wajahnya justru terlihat begitu tenang. Saking tenangnya, hingga terlihat menakutkan. Bahkan … menyerupai ketenangan yang tanpa emosi sedikit pun.Kantong mata Lydia tampak kehitaman. Seluruh tubuh Lydia seakan sudah kehilangan sebagian besar tenaga dan semangatnya. Suara Lydia terdengar serak, saat dia berkata, "Paman Jefri, suruh dia keluar. Lain kali, kalau dia datang lagi, jangan izinkan dia masuk."Lydia berbalik dengan kaku. Namun, sikap menghindar Lydia dan keengganannya untuk menjawab itu justru membuat Revan yakin jika tebakannya benar.Revan langsung menepis kepala pelayan dan pengawal yang mendekat. Raut wajah Revan makin muram dan dia pun tertawa sinis, "Lydia, Alana memang ada di tempatmu, ‘kan?""Suruh dia keluar dan temui aku! Menghilang begitu saja sampai selama ini, apa itu menyenangkan, hah? Aku sudah bilang, posisi istriku selamanya akan selalu jadi miliknya. Kan ini cuma p
Magbasa pa