LOGINDi tahun kesepuluh pernikahan mereka, Alana Kalandra dan Revan Abimana menjadi pasangan suami istri yang saling membenci dan terkenal di seluruh Kota Jasfir. Tepat di hari ulang tahun pernikahan mereka, Revan menyatakan cintanya pada wanita lain di langit seluruh kota. Sebagai balasan, Alana langsung mengutus orang untuk membakar kediaman pribadi tempat Revan menyembunyikan wanita simpanannya. Hanya dalam dua tahun, perseteruan mereka sudah membuat satu sama lain harus dirawat di rumah sakit sebanyak 99 kali. Semua orang mengira mereka akan terus saling terjerat seperti ini selamanya. Sampai akhirnya, Revan yang berusia 18 tahun melintasi waktu. Pemuda itu sama sekali tidak terlihat elegan dan dingin seperti dirinya yang sekarang. Revan hanya mengenakan kaus tua yang sudah pudar warnanya. Akan tetapi, sorot matanya memancarkan cinta yang begitu mendalam. Seakan-akan, dia rela mengorbankan segalanya demi Alana. Begitu polos, sekaligus begitu penuh gairah. Saat melihat Alana yang kini penuh luka, kuyu dan kurus kering, hal pertama yang dilakukan Revan adalah menerobos masuk Gedung Grup Abimana, menindih dirinya yang sekarang ke lantai, lalu menghajarnya habis-habisan. Tiap kata yang diucapkannya terdengar begitu kejam, tetapi air matanya yang hangat justru menetes ke lantai. "Revan, dia itu orang yang paling kucintai sepenuh hati. Berani-beraninya kamu yang sekarang memperlakukan dia seperti ini?" Sejak saat itu, di sisi Alana, hadir seseorang yang selalu melindunginya.
View MoreBegitu ucapan itu terlontar, Revan langsung tertegun di tempat."Kamu sudah menikah?"Sarah menengadah. Cincin berlian di jari manisnya berkilau begitu menyilaukan di bawah terik matahari. "Nggak lihat cincin kawin ini?"Revan mendadak kehilangan kendali. Tubuhnya terhuyung-huyung dan suaranya bergetar, "Nggak … bagaimana mungkin ….""Bagaimana mungkin kamu sudah menikah. Padahal, orang yang paling kamu cintai itu aku! Apa kamu sengaja berkata seperti itu untuk membuatku marah, karena kamu nggak mau memaafkanku …. Benar, pasti begitu …. Kalau nggak, bagaimana mungkin Nares nggak tahu kalau kamu sudah punya suami, setelah begitu lama mengejar-ngejar kamu …."Sarah menarik napas dalam-dalam. Dia benar-benar tidak bisa berkata-kata. "Suamiku itu dokter. Beberapa waktu lalu, dia pergi dinas ke luar negeri. Memang ada masalah?"Revan tetap tidak mau percaya. Dengan mata memerah, Revan dengan penuh keputusasaan mengulurkan tangan untuk meraih Sarah, tetapi sebuah tangan dengan buku-buku jari
Saat Revan melihat tatapan mata Nares yang tampak terkejut dan panik itu, Revan pun langsung tahu jika dokumen yang dilihatnya di asisten adiknya itu semuanya benar.Selama beberapa hari ini, Revan hidup seperti mayat hidup. Begitu matanya terpejam, yang terlintas di benaknya hanyalah sosok Alana yang tampak lesu dan lemah di saat-saat terakhirnya, sementara penyesalan terus-menerus menyiksa Revan.Revan mencari ke sana ke mari untuk mencari jejak tentang Alana. Akan tetapi, barang-barang milik Alana sudah lama dibuang habis. Bahkan, Lydia juga menolak untuk menemui Revan, sehingga Revan tidak bisa mendapatkan sedikit pun kenangan tentang Alana.Revan bahkan hampir saja … ingin mati menyusul Alana.Saat tidak sengaja melihat foto Alana di tempat asisten Nares, Revan sempat mengira dirinya mengalami halusinasi karena pikirannya yang sedang kacau.Namun, kemudian, Revan justru menemukan banyak foto lainnya.Adegan demi adegan, semuanya adalah Alana.Alana yang hidup, nyata dan berada tep
Hampir tanpa sadar, Nares bergegas melangkah ke depan, lalu mencengkeram tangan wanita yang ada di hadapannya itu.Tatapan mata Nares bagaikan lampu sorot, menyusuri wajah wanita itu dengan cermat. Nares merasa terkejut di dalam hati dan dia benar-benar tidak percaya!Alana … benar-benar Alana!Dia sama sekali belum mati?Jika dia hidup dengan baik, kenapa membohongi mereka?Dalam sekejap, rasa benci yang meluap-luap hampir membuncah dari dada Nares dan serangkaian pertanyaan hampir saja terlontar dari bibirnya.Namun, detik berikutnya, wanita di hadapannya itu justru mengerutkan kening dan menarik tangannya. Wanita itu menatap Nares dengan penuh kewaspadaan dan kebingungan. "Pak, ada apa, ya?"Tangan Nares terhenti di udara. "Alana, kamu … nggak lagi mengenaliku?""Alana?" Wanita itu makin mengerutkan kening. Dia lalu mundur beberapa langkah dengan sikap acuh tak acuh. "Maaf, kamu salah orang. Namaku Sarah Melvian."Nares baru sadar jika tatapan orang di hadapannya itu begitu asing sa
Revan tidak sadarkan diri selama tiga hari, tiga malam penuh.Di dalam mimpinya, semuanya belum sempat terjadi.Revan bergegas pulang ke rumah, lalu membawa Alana ke rumah sakit untuk diperiksa. Untungnya, hasil pemeriksaan menunjukkan jika penyakit Alana masih berada di stadium awal, sehingga masih ada kesempatan untuk bisa sembuh.Revan menemani Alana menjalani kemoterapi, menghabiskan banyak uang untuk mencari seorang ahli gizi, guna memulihkan kondisi tubuh Alana, serta berjaga di sisi Alana siang dan malam dengan penuh perhatian dan hati-hati. Bahkan, bubur yang disajikan sekalipun harus dicicipi Revan terlebih dahulu, sebelum Revan merasa tenang.Pada hari Alana sembuh, Revan menangis bahagia. Dia memeluk Alana erat-erat dan berkata dengan suara tercekat, "Alana, untung kamu baik-baik saja. Berjanjilah padaku, jangan pernah menyembunyikan apa pun dariku dan jangan pergi meninggalkanku begitu saja, oke …."Alana tersenyum dan menatap Revan. Namun, tepat di saat Alana hendak angkat


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.