Short
Kenangan Kita Berakhir di Usia 18

Kenangan Kita Berakhir di Usia 18

By:  JusaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
15Chapters
0views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Di tahun kesepuluh pernikahan mereka, Alana Kalandra dan Revan Abimana menjadi pasangan suami istri yang saling membenci dan terkenal di seluruh Kota Jasfir. Tepat di hari ulang tahun pernikahan mereka, Revan menyatakan cintanya pada wanita lain di langit seluruh kota. Sebagai balasan, Alana langsung mengutus orang untuk membakar kediaman pribadi tempat Revan menyembunyikan wanita simpanannya. Hanya dalam dua tahun, perseteruan mereka sudah membuat satu sama lain harus dirawat di rumah sakit sebanyak 99 kali. Semua orang mengira mereka akan terus saling terjerat seperti ini selamanya. Sampai akhirnya, Revan yang berusia 18 tahun melintasi waktu. Pemuda itu sama sekali tidak terlihat elegan dan dingin seperti dirinya yang sekarang. Revan hanya mengenakan kaus tua yang sudah pudar warnanya. Akan tetapi, sorot matanya memancarkan cinta yang begitu mendalam. Seakan-akan, dia rela mengorbankan segalanya demi Alana. Begitu polos, sekaligus begitu penuh gairah. Saat melihat Alana yang kini penuh luka, kuyu dan kurus kering, hal pertama yang dilakukan Revan adalah menerobos masuk Gedung Grup Abimana, menindih dirinya yang sekarang ke lantai, lalu menghajarnya habis-habisan. Tiap kata yang diucapkannya terdengar begitu kejam, tetapi air matanya yang hangat justru menetes ke lantai. "Revan, dia itu orang yang paling kucintai sepenuh hati. Berani-beraninya kamu yang sekarang memperlakukan dia seperti ini?" Sejak saat itu, di sisi Alana, hadir seseorang yang selalu melindunginya.

View More

Chapter 1

Bab 1

Larut malam, ketika Alana merasa gelisah dan berguling-guling di tempat tidur karena mimpi buruk, pemuda itu setia menjaga di samping tempat tidurnya dan berkali-kali menenangkan dirinya.

Saat media yang didatangkan Revan yang sekarang mengepung pintu dan mencecar Alana dengan pertanyaan-pertanyaan yang tajam, Revan yang berusia 18 tahun itu memeluk Alana erat-erat dalam dekapannya dan balas membentak para wartawan itu satu per satu.

Ketika Revan yang sekarang sengaja memberikan cincin kawinnya kepada wanita simpanannya demi mempermalukan Alana, Revan yang berusia 18 tahun itu menguras seluruh tabungannya untuk memesan cincin baru yang dirancang khusus, lalu memakaikannya di jari Alana.

Di bawah sinar bulan, air mata Revan yang berusia 18 tahun itu tiba-tiba menetes. Suaranya tercekat, tetapi nada bicaranya begitu tegas, "Alana, dia sudah bukan aku lagi."

"Jangan menyiksa dirimu lagi demi dia. Tinggalkan dia, biarkan aku membawamu pergi, oke?"

Tatapan Revan yang berusia 18 tahun itu hampir menyerupai permohonan yang begitu tulus, yang akhirnya berhasil membuka kembali pintu hati Alana yang sudah lama tertutup rapat.

Malam itu, Alana akhirnya menandatangani surat kesepakatan cerai yang sudah tarik-ulur selama dua tahun penuh.

Namun, tepat ketika Alana pergi ke Gedung Grup Abimana untuk mengurus hal-hal selanjutnya, tiba-tiba terdengar cemoohan pelan dari dalam ruang kerja ….

"Revan yang berusia 18 tahun" itu menanggalkan semua kepura-puraannya. Gairah dan cinta mendalam, yang biasa dia tunjukkan di depan Alana, lenyap tak berbekas. Bibirnya yang tipis tersenyum sinis, saat dia memainkan surat kesepakatan cerai di tangannya dan berkata dengan penuh ejekan.

"Kak, menceraikan ikakak ipar, sebenarnya nggak sesulit itu. Buat apa tarik-ulur sampai selama itu? Aku saja bisa menyelesaikannya cuma dalam dua bulan."

Orang-orang di sampingnya langsung tertawa terbahak-bahak, "Kak Nares emang jempolan!"

"Kak Alana udah tua, otaknya jadi kurang pintar! Sampai-sampai, dia percaya kalau Kak Revan yang berusia 18 tahun melintasi waktu! Padahal, itu cuma adik kembar Kak Revan yang sengaja menyamar!"

"Soal perkelahian, cincin … itu semua cuma sandiwara untuk membodohinya, biar dia mau cerai. Kak Alana sudah mau 30 tahun, tapi masih aja mimpi soal penebusan dosa untuk memperbaiki hubungan? Lucu banget, sumpah!"

Di tengah gelak tawa itu, Nares Abimana berkata dengan acuh tak acuh, "Kak, surat kesepakatan cerai ini berhasil aku dapatkan dengan menipunya. Cepat urus prosedurnya. Jangan sampai Kak Alana tahu kalau aku ini penipu, lalu kembali bikin onar. Aku baru saja kembali dan belum menikah. Jangan sampai namaku jadi rusak."

"Tapi, kalau dipikir-pikir …. Kak Alana memang benar-benar mencintai dirimu yang dulu. Cuma kubujuk sedikit aja, dia langsung menandatangani surat ini tanpa melihat kalau klausul di dalamnya mengharuskan dia pergi, tanpa bawa apa-apa. Kak, kamu benar-benar kejam."

Nada bicara Nares terdengar bercanda dan menggoda. Namun, Revan yang duduk tegak di kursi utama, sama sekali tidak menunjukkan emosi di wajahnya.

Cahaya lampu di langit-langit memantulkan tatapan matanya yang dingin dan sinis. Perlahan-lahan, Revan mengembuskan asap rokok berbentuk lingkaran yang sempurna.

"Semua ini karena ulahnya sendiri."

"Vivi sama seperti dia dulu, sudah bersamaku sejak berusia 18 tahun. Vivi nggak pernah berniat merebut posisinya. Dia cuma mau merasakan menjadi istriku selama beberapa hari, untuk memenuhi impiannya. Karena Alana malah bikin keributan sampai separah ini, ya sudah, mending kami cerai sungguhan saja."

"Semua yang dimiliki Alana itu pemberianku. Tanpa diriku, aku mau lihat apa dia masih bisa berbuat semaunya seperti sebelumnya."

Begitu kata-kata itu terucap, Revan menengadah dan memberikan peringatan dengan nada dingin, "Proses administrasinya butuh waktu setengah bulan. Selama itu, lanjutkan sandiwaramu. Jangan sampai dia mencurigai adanya kejanggalan."

Di luar pintu, wajah si sekretaris tampak pucat pasi. Punggungnya sudah dibasahi keringat dingin. Dia sangat takut jika Alana kehilangan kendali emosi dan menerobos masuk untuk melabrak.

Akan tetapi, kemarahan yang dibayangkan tidak kunjung terjadi. Alana terlihat tenang, begitu tenangnya, hingga tampak menakutkan. Dia hanya menyerahkan setumpuk dokumen di tangannya kepada sekretaris itu, lalu berpesan kepadanya dengan suara pelan, "Tolong serahkan ini pada Pak Revan. Jangan kasih tahu dia kalau aku pernah datang ke sini."

Saat melangkah keluar dari gedung, angin dingin yang menusuk tulang menerbangkan selembar foto tipis dari dalam tas Alana dan jatuh ke tanah.

Foto itu, adalah foto bersama pertama yang diambilnya bersama Revan di tahun pertamanya tiba di Kota Jasfir.

Alana membungkuk untuk mengambilnya. Namun, di saat yang bersamaan, rasa sakit yang begitu tajam dan hebat menusuk perutnya.

Alana menggertakkan giginya dan menelan rasa amis darah yang muncul di kerongkongannya. Saat melihat tulisan yang terlihat jelas di belakang foto yang berbunyi: [Alana Cinta Sejati], Alana pun tiba-tiba merasa ingin tertawa.

Bagaimana mungkin seseorang tidak mengenali seperti apa sosok yang dicintainya di masa muda?

Hanya saja, akting Nares terlalu meyakinkan.

Saking miripnya, sampai membuat Alana ingin merasakan kehangatan itu sedikit lebih lama sebelum ajal menjemputnya.

Saat berusia 18 tahun, Alana menyelamatkan Revan yang hampir mati dipukuli oleh ayah kandungnya sendiri, lalu mereka mulai menjalin hubungan.

Ibu Alana sakit parah, sementara ayah Revan gila judi.

Latar belakang keluarga mereka yang sama-sama hancur, seakan hendak membuat mereka mati perlahan di kota kecil, yang bahkan sulit ditemukan di dalam peta itu.

Akan tetapi, Revan menolak untuk menyerah pada nasib.

Hanya berbekal uang 400 ribu dan beberapa pakaian bekas, Revan nekat membawa Alana ke Kota Jasfir.

Tempat penginapan murah seharga 60 ribu semalam itu begitu sempit, hingga untuk melangkahkan kaki saja sulit. Akan tetapi, mata Revan berbinar sangat cerah. "Alana, aku bersumpah, aku pasti akan membuatmu hidup bahagia!"

Tanpa ijazah dan tanpa koneksi, Revan fokus bekerja, mulai dari pekerjaan kasar di level paling bawah.

Menjadi pengantar makanan, sales, sampai bekerja di proyek bangunan. Di sana, Revan memanggul besi beton, sampai bahunya mengalami cedera permanen akibat kerja berat.

Belakangan, dari seorang kuli bangunan biasa, Revan menjelma menjadi pengusaha muda baru di kalangan elite Kota Jasfir, yang dihormati semua orang, sekaligus menjadikan Alana sebagai istrinya yang bergelimang kemewahan tanpa batas.

Posisi Revan makin tinggi. Rumah yang dia berikan untuk Alana juga makin megah, tetapi mereka justru makin jarang berkomunikasi.

Ketika mengetahui Revan berselingkuh dengan Vivi Iskandar, seorang siswi kurang mampu yang disantuninya sendiri, pikiran Alana langsung kosong sepanjang hari. Syok, mental yang hancur, serta kesedihan bercampur amarah yang meluap-luap, bercampur aduk dan menghancurkan seluruh akal sehat Alana.

Alana tidak habis pikir. Revan sudah menemaninya melewati masa-masa sulit yang begitu berat. Namun, mengapa Revan malah berpaling di saat keadaan menjadi jauh lebih baik?

Oleh karena itulah, Alana mulai membuat keributan.

Alana pergi ke universita Vivi untuk menempelkan selebaran di mana-mana, yang menyebut Vivi sebagai selingkuhan. Lalu, Alana menerobos dan mengacaukan pesta ulang tahun Vivi yang dibiayai dengan dana besar oleh Revan ….

Akan tetapi, yang didapatkan Alana sebagai balasannya adalah tindakan Revan yang makin menjadi-jadi dalam memberikan kompensasi dan perhatian kepada Vivi.

Juga, rasa benci Revan kepadanya yang makin mendalam.

Ketika nama Alana dan julukan "wanita galak" menduduki trending topik dan menjadi sasaran hujatan di dunia maya, sebenarnya ada begitu banyak hal yang ingin ditanyakan Alana kepada Revan.

Namun, pada akhirnya, semua pertanyaan itu tertahan oleh selembar surat diagnosis kanker lambung yang tidak ada artinya itu.

Stadium akhir, faktor genetika dan tidak bisa lagi disembuhkan.

Seakan-akan, hal itu menjadi akhir yang ironis dari pernikahan sepuluh tahun yang konyol ini.

Jika memang sudah begini, Alana akan melepaskannya. Dengan begitu, semua sandiwara yang susah payah dimainkan Revan bersama adiknya itu tidak akan sia-sia.

Alana pun menyeka air mata yang tanpa disadarinya sudah membasahi wajahnya, lalu menghubungi sebuah nomor.

"Halo, aku mau pesan batu nisan."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
15 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status