Saat ini, Suara musik house semakin keras berdentum, memantul di dinding-dinding ruang VIP klub malam yang remang. Di sudut area lounge. Mario, salah satu teman pria Aurelia mencoba mendekat, tiba-tiba menggeser duduknya rapat tepat disebelahnya. "Lia, malam ini kamu makin cantik," bisik Mario dengan tatapan membendung nafsu. Ia mendadak memegang kedua bahu Aurelia dan memajukan wajahnya, berusaha mendaratkan ciuman di bibir sang putri. Aurelia dengan sigap menepis tangan Mario dan mendorong dada pria itu tegas. "Mario, hentikan! Jangan melewati batasanmu," tegas Aurelia dengan tatapan dingin, mempertahankan harga dirinya. Terpukul dan malu karena ditolak mentahmentah di depan teman-temannya, wajah Mario memerah padam. Ia berdiri lalu menghampiri rekannya di sudut bar. "Aurelia sangat sombong," gerutu Mario kesal. "Ayolah kawan, Lia bukan level kita," imbuh yang lain. "Tapi, jika kamu membuat seorang Lia bertekuk lutut malam ini, aku akan mengakui bahwa kau benar-bena
Last Updated : 2026-08-07 Read more