Lampu kristal megah di Grand Ballroom istana memantulkan kilau ribuan permata, namun cahaya paling tajam justru lahir dari lantai dansa tempat Lia berdiri anggun dalam balutan gaun malam berpotongan tegas. Di sisi meja kehormatan, King William mengangkat sebelah alisnya sambil menyesap anggur, menatap kursi kosong di samping sang putri. "Aurelia," suara bariton King William memecah dengung percakapan para bangsawan. "Di mana Letnan Jenderal Adrian? Seharusnya ia berdiri di sisimu menerima penghormatan dewan." Lia tersenyum tipis, menjaga gestur hormat tanpa sedikit pun kepanikan di matanya. " Dia berhalangan hadir, ayah. Ada urusan logistik darurat di dermaga utara yang harus dipimpin sendiri oleh Komandan." King William mengangguk pelan, meski guratan curiga melintas di wajah tua itu. Namun, sebelum pertanyaan lebih jauh sempat meluncur, alunan musik orkestra beralih ke waltz yang menghentak anggun. Dari sisi pintu utama, bisikan tertahan menyebar di antara kerumunan. Kapten Jul
آخر تحديث : 2026-09-20 اقرأ المزيد