"Seluruh regu, konsolidasi posisi! Waktu istirahat habis, bersiap untuk pergerakan tahap akhir!" instruksi Kapten Valen, komandan pengawal rute pegunungan menggelegar menembus deru aliran sungai, seketika memutus perdebatan kecil yang mulanya terjadi di tepi air. "Sudah kubilang, aku bisa memasang perban ini sendiri, Komandan!" desis Aurelia pelan namun tajam, mencoba menarik kakinya dari pangkuan Adrian. "Kau tidak perlu bertindak seolah aku ini prajurit cacat di depan anak buahmu." Adrian menahan pergelangan kaki Aurelia dengan cengkeraman kokoh, tidak membiarkan gadis itu mengelak sedikit pun. Matanya berkilat menatap Aurelia yang keras kepala. "Dan biarkan kulitmu terkelupas semakin parah sampai kau pincang di kilometer dua puluh? Jangan konyol, Prajurit. Ini bukan soal harga dirimu, ini soal efisiensi regu." "Harga diriku?" Aurelia terkekeh sinis, menyipitkan mata. "Aku sudah memikul ransel tiga puluh kilo ini melintasi tebing terjal tanpa mengeluh sepatah kata pun! Jangan p
Last Updated : 2026-08-22 Read more