Saat ini, aku begitu tegang, bahkan bernapas saja tak berani.Sementara ayah tiri yang berada di luar pintu seolah merasakan sesuatu, lalu bergegas pergi.Baru setelah itulah, aku bisa bernapas lega.Di tengah rasa malu yang membakar, aku menyapu bersih tubuhku perlahan-lahan.Setelah kejadian tersebut, selama berhari-hari ayah tiri seolah sengaja menghindariku. Setiap hari pergi pagi pulang malam.Sampai pada suatu sore, aku tiba di rumah dan malah mendengar suara ayah tiri yang kasar.“Ahh… liar sekali….”Awalnya, aku tak mengerti apa yang sedang terjadi.Namun, saat mendekat dan melihatnya, barulah aku menyadari bahwa ayah tiri yang biasanya tegas, saat ini sedang berada di dalam kamar tidurku. Dia menggenggam celana dalam bermotif beruang yang baru saja kulepas, menempelkannya pada tonjolan besar di selangkangannya dan mengocoknya dengan kasar.“Sudah lama menginginkannya, ‘kan? Sini, biar ayah puaskan… ah, lembut sekali… nikmat sekali….”Desahan napas ayah tiri yang penuh gairah i
続きを読む