Short
Terjebak Dosa Bersama Ayah Tiri

Terjebak Dosa Bersama Ayah Tiri

Oleh:  RemboTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10Bab
3Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Namaku Lisa. Aku mahasiswa baru tahun ini. Karena wajahku yang sangat cantik, serta dada dan kaki jenjang yang menawan, sejak pertama kali menginjakkan kaki di kampus, diriku langsung menarik perhatian banyak pria. Namun, aku tak berani berpacaran dengan mereka. Karena di usiaku yang baru menginjak delapan belas tahun ini, aku mengidap sebuah penyakit yang sangat memalukan.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

“Ayah, jangan begini… jangan didorong lagi… aku nggak sanggup lagi….”

Di dalam kamar mandi, ayah tiriku merobek ujung gaunku dengan kasar….

Namaku Lisa.

Aku mahasiswa baru tahun ini.

Karena wajahku yang sangat cantik, serta dada dan kaki jenjang yang menawan, sejak pertama kali menginjakkan kaki di kampus, diriku langsung menarik perhatian banyak pria.

Namun, aku tak berani berpacaran dengan mereka.

Karena di usiaku yang baru menginjak delapan belas tahun ini, aku mengidap sebuah penyakit yang sangat memalukan.

Kecanduan seks.

Sejak masa pubertas, penyakit ini terus menyiksaku, membuat area intimku terasa sangat geli dan mengeluarkan banyak cairan.

Meskipun di dalam tas selalu siap sedia dua celana dalam cadangan, gairah seksual yang begitu meluap tetap saja membuat celana dalamku sering basah kuyup.

Jadi, setiap kali rasa geli itu tak tertahankan, aku hanya bisa meredakannya sendiri.

Namun malam ini, saat sedang menyentuh area pribadiku yang lembut di kamar mandi….

Ayah tiriku yang baru pulang kerja, tiba-tiba membuka pintu kamar mandi.

“Lisa… kamu….”

Saat melihat diriku yang begitu malang dan liar untuk pertama kalinya, ayah tiri yang selalu tampil rapi dengan setelan jas dan bertubuh kekar, benar-benar terkejut hingga terpana.

Aku sendiri juga sangat terkejut dan menjerit.

“Ayah! Kok… kok kamu masuk ke sini?”

Seketika, rasa malu yang luar biasa membuatku segera menarik jari yang basah dari bagian intimku yang sempit.

Namun, jakun besar ayah tiriku terlihat bergerak naik turun beberapa kali.

“Ayah… aku… nggak seperti yang kamu lihat….”

Melihat tatapan ayah tiri yang begitu membara, aku mencoba menjelaskan dengan rasa malu yang membakar.

Tubuhku pun bergerak gelisah.

Tangan yang baru ditarik keluar bahkan bingung harus menutupi bagian tubuh yang terpampang.

Untungnya, ayah tiri tak memperpanjang masalahnya.

Dia hanya menarik napas dalam-dalam dengan canggung, lalu menutup pintu.

“Maaf, Lisa. Aku nggak tahu kamu ada di dalam, aku… keluar sekarang juga.”

Ayah tiri pun bergegas pergi.

Namun, wajahku malah terasa lebih merona dari sebelumnya.

Karena, tadi….

Aku melihat jelas perubahan besar pada tubuh ayah tiri.

Hal ini membuat aku merasakan rasa malu yang sulit dijelaskan, tapi tubuhku malah merasa jauh lebih terangsang daripada biasanya….

Hingga area intimku yang sempit dan lembut itu mengeluarkan cairan yang jauh lebih lengket dari biasanya, tanpa bisa ditahan….

Aku tak tahu apa yang terjadi pada diriku sendiri.

Aku hanya tahu bahwa saat ini pikiranku dipenuhi oleh tatapan mata ayah tiri yang membara tadi.

Seluruh tubuhku gemetaran karena gairah yang membakar.

Aku reflek menjepit kedua paha, tetapi hal itu tak membantu sama sekali.

Aku hanya bisa kembali memasukkan jari secara perlahan, membelainya dengan lembut.

Oh….

Nikmat sekali….

Merangsang sekali….

Sambil membayangkan tubuh kekar ayah tiri….

Saat ini, aku sepenuhnya tenggelam dalam gelombang kenikmatan.

Seolah-olah yang sedang menyentuh bukanlah diriku sendiri, melainkan benda milik ayah tiri….

Perasaan yang melanggar moral ini membuat seluruh tubuhku tak bisa menahan getarannya.

Aku tahu imajinasi seperti ini salah.

Namun, aku benar-benar tak bisa mengendalikannya.

“Oh… ayah… ayah….”

Aku mendesah dan terus bergerak.

Bahkan bagian bawahku sempat menegang keras hingga membuatku kejang.

Namun, tepat saat tubuhku yang sangat terangsang hampir mencapai puncaknya, aku mendongak dan melihat ke arah pintu kaca kamar mandi. Entah sejak kapan, bayangan tubuh ayah tiri yang besar malah terpantul di sana.

Mungkinkah, saat aku mendesah dengan liar tadi, ayah tiri tersayang malah berdiri di luar pintu….

Saat pemikiran itu terlintas, seluruh tubuhku kembali menegang.

Cairan yang mengalir keluar pun menjadi semakin lengket….

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
10 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status