Seminggu sebelum pernikahan, Ibu tiba-tiba bilang ingin bertemu dengan Bayu.Selain rasa terkejut, di dalam hatiku muncul sekilas harapan yang teramat rapuh.Aku menyusun janji temu di sebuah restoran untuk keesokan harinya di jam makan siang, lalu menyuruh Bayu berpakaian rapi.Jam sebelas siang aku sudah tiba lebih awal, memesan hidangan demi hidangan satu meja penuh, lalu mulai menunggu.Jam satu, jam dua, jam tiga.Pengunjung restoran berganti dari satu rombongan ke rombongan lainnya, hingga lampu-lampu hangat di restoran mulai dinyalakan.Namun, tidak ada satu orang pun yang datang.Layar ponselku menyala, Ibu membalas pesanku.[Delia, ada urusan mendadak hari ini, lain kali saja ketemuannya.]Di saat yang bersamaan, sebuah pesan masuk di grup keluarga dari Adik.[Lihat, ini kuku pengantin yang ditemanin Ibu buatnya, bagus?]Di dalam foto itu terlihat jarinya yang dihiasi taburan kristal hiasan, berkilau di bawah sorotan lampu hingga membuat mataku terasa pedih.Kakak langsung mem
Read more