Keranjang plastik di tangan kanan Rana terasa semakin berat, bukan karena muatan cabai dan bawang merahnya, melainkan karena kalimat-kalimat berbisik yang baru saja ia dengar dari lapak sebelah."Kemarin sore anakku lihat sendiri, Mbak Rana. Si Bayu nongkrong di warung kopi daerah Cikokol, bareng cewek rambutnya dicat pirang. Diboncengin naik motor matic."Ibu Nur, tetangga sebelah kontrakan, menatap Rana dengan mata menyipit penuh iba—jenis tatapan yang paling dibenci Rana di dunia ini. Kasihan yang dibungkus rasa penasaran.Rana menarik sudut bibirnya, memaksa otot wajahnya yang kaku untuk membentuk sebuah senyum tipis. Ia bahkan tertawa kecil, ringan dan tanpa beban, seolah berita perselingkuhan suami sendiri adalah lelucon receh di pagi hari."Ah, Ibu bisa aja. Salah lihat kali. Mas Bayu kan sopir truk, jalurnya sering pindah-pindah, mana sempat nongkrong-nongkrong gitu," balas Rana, suaranya terdengar tenang, bahkan di telinganya sendiri."Duh, beneran lho, Mbak! Laki-laki modela
Última atualização : 2026-08-05 Ler mais