Katelyn duduk di kursi berbusa, melipat kedua kakinya, lalu membuka buku harian misterius itu di atas pangkuannya. Udara terasa kian berat di setiap lembar yang ia balik, seolah tinta tulisan di dalamnya mengandung kesedihan yang pekat.Pria Asing di Seberang MejaIni adalah pertama kalinya aku melihatnya.Dia duduk tepat di seberang ayahku, garis wajahnya tampak begitu tegas dan menawan. Dia memiliki wajah yang sangat tampan, tetapi sepasang matanya dingin mematikan, bagaikan danau es yang membeku.Saat aku berdiri di sana, aku merasakan tatapannya beralih dari ayahku dan terkunci tepat padaku. Kami bertatapan selama satu detik, dan dalam keheningan itu, aku merasakan sentakan tajam di dadaku. Itu adalah rasa rindu yang tak pernah kurasakan selama bertahun-tahun, sebuah pengakuan aneh yang tak sanggup kujelaskan.Namun momen itu terputus. Ibuku mencengkeram lenganku dan menyeretku menuju pintu keluar. Aku menoleh ke belakang sekali lagi, tetapi aku tak bisa melihatnya lagi.Aku ingin
Last Updated : 2026-10-13 Read more