Yara menatap wajah cantiknya dari pantulan cermin.Wajah ini benar-benar cantik. Yara tidak pernah bosan memandanginya sama sekali.“Sir …,” Ada jeda sejenak ketika Yara memanggilnya.“Alberto, Nona,” sahutnya tanpa diminta. Namun dia lumayan peka melihat Yara yang tadi pura-pura kebingungan hendak memanggilnya apa.“Benar,” gumam Yara. “Maaf karena aku melupakan namamu,”“Tidak apa,” sahutnya cuek.Baiklah. Tidak masalah. Lagipula sekarang bukan waktunya Yara fokus menggodanya.Hari ini adalah hari pertunangannya. Atau malah lebih tepatnya lagi, hari pembatalan pertunangannya. Jadi, sekarang fokus Yara adalah menggoda Axelane, bukan yang lain.“Boleh bantu aku melangkah? Sepertinya gaun ini agak menyulitkanku,” pinta Yara.“Baiklah,” Meski dingin dan sinis, dia tetap patuh. Bahkan melipat lengannya di depan Yara untuk membantu Yara menyanggah tubuhnya.“Terima kasih,”“Tidak masalah,”Nini melangkah risau di belakangnya bersama Chan yang tetap tenang. Menatap Yara khawatir, karena tak
Last Updated : 2026-08-13 Read more