LOGINYara menang.
Semua orang nyaris tumbang setelah menikmati beberapa gelas wine yang dikeluarkan Aldegara untuk pesta penyambutan Yara, sementara Yara sendiri masih sangat sadar.
Ketika Yara bermaksud meneguk segelas wine di tangannya, Alberto dengan cekatan langsung merampasnya dan meletakkannya di atas meja.
Dia menatap Yara hangat seraya berkata, “Anda sudah minum cukup banyak, Nona,”
“Tapi aku tidak mabuk,”
“Anda akan mabuk ka
Leticia langsung melirik ke arah Axelane, yang kini tampak tertegun dalam posisinya. Lalu dia kembali menatap Yara dengan tidak percaya.“Kau … sungguh akan merelakan Kakakku—”“—Diam, Tia,” sela Axelane dingin sekali.Yara langsung merasa canggung. Suasana di sini mendadak kurang mengenakan.“Aku …,” Suara Axelane terdengar lagi kemudian. “Aku sungguh minta maaf, tapi aku tidak akan membatalkan pertunanga kita,”“Apa?” Leticia menatap Axelane seketika.Di posisinya, Axelane tampak tidak berniat menanggapinya. Tatapannya masih terpaku pada Yara. Lurus, lekat dan anehnya terasa sendu.“Aku tidak tahu rumor apa yang sudah kau dengar di luar sana, tapi … hubunganku dan Nona Dellchaira benar-benar murni berteman,” Tatapannya langsung teralihkan ke arah Leticia yang tampak hendak memprotesnya. “Leticia bisa menjaminnya,”Dalam posisinya, Yara bisa melihat ada ancaman mendalam yang dikatakan Axelane tanpa suara melalui matanya. Karena itu, Leticia yang tadinya terlihat ingin memprotes, sege
Duke Muda Silvernera ingin bertemu.Begitulah permintaan yang Yara dengar pagi ini, setelah semalam dia ketiduran karena berpura-pura mabuk.“Jika Anda tidak ingin bertemu, saya akan melarangnya datang,” Alberto segera buka suara sebelum siapapun berkomentar.“Duke Muda sudah keterlaluan, Nona. Anda tidak perlu menemuinya kalau tidak ingin melihatnya. Kami tidak akan membiarkannya masuk kalau Anda melarang,” Nini menimpali.“Saya setuju dengan mereka, Nona,” Chan ikut menyumbang suara.Yara tersenyum hangat pada ketiganya. “Tidak apa. Biarkan Duke Muda menemuiku,”Kalau Yara membuat Axelane marah, nyawanya bisa saja terncam di masa depan.Meski Brownzier dan Alberto sudah berada di pihaknya, meski sebenarnya Yara sendiri belum sepenuhnya yakin, Yara tidak boleh menyinggung Axelane. Ditambah, bisa saja nanti Brownzier atau Alberto berbalik menyerangnya kalau Yara lengah.Apa yang sudah terlihat saat ini, sama sekali belum membuat Yara merasa yakin kalau dia akan hidup dengan aman di ma
Yara menang.Semua orang nyaris tumbang setelah menikmati beberapa gelas wine yang dikeluarkan Aldegara untuk pesta penyambutan Yara, sementara Yara sendiri masih sangat sadar.Ketika Yara bermaksud meneguk segelas wine di tangannya, Alberto dengan cekatan langsung merampasnya dan meletakkannya di atas meja.Dia menatap Yara hangat seraya berkata, “Anda sudah minum cukup banyak, Nona,”“Tapi aku tidak mabuk,”“Anda akan mabuk kalau meminumnya,”“Aku masih sangat sadar,”“Anda tetap tidak boleh meminumnya lagi,”“Sedikit saja,” bujuk Yara. “Aku mohon …,”“Tidak boleh!”Alberto langsung meraih gelas wine milik Yara beserta botol yang isinya setengah.Tanpa kata, dia beranjak dan menjauh dari posisi duduk Yara. Pergi menyembunyikan wine itu dari pandangan Yara.‘Dia memang menyebalkan!’
Yara menoleh ketika Elvaro menarik gaunnya pelan beberapa kali.Sebelum muncul pertanyaan, Elvaro lebih dulu berkata, “Ayah lebih kaya dari Paman Axelane, jadi bisa membelikan Ibu banyak gaun mewah dan perhiasan mahal,”Yara menahan tawanya. Lalu mengangguk dengan iringan senyum geli yang tidak bisa ditahan lagi. Tangannya bergerak mengusap puncak kepala Elvaro dengan lembut.Bahkan rambutnya terasa lembut sekali.“Mereka memang suka asal bicara,” komentar Delbaranta kemudian.“Tidak, kok!” Elvira langsung membantah. “Kami berdua memang sangat ingin Ayah menikah dengan Ibu,”***Rasanya canggung sekali.Yara tidak menyangka kalau Brownzier bersedia repot-repot datang ke kediaman Duke Valantino hanya untuk menjemputnya.Tadinya, Yara pikir dia akan dimarahi di perjalanan. Namun sejak mereka memasuki kereta kudanya, yang dilakukannya hanya diam dan menatap lurus tajam ke jendela.“Jika Anda marah pada saya, Anda boleh memarahi saya sampai Anda lega,”Ucapannya membuat Brownzier mengalihk
Kejutan.Ini kejadian di luar rencana yang disusunnya.Bahkan belum terpikirkan oleh Yara sama sekali.Padahal Yara baru memikirkan beberapa cara untuk bertemu dengan Duke Valantino. Namun dia malah datang sendiri ke hadapan Yara. Bahkan sampai meminta Yara meluangkan waktu untuk makan bersamanya sebagai permintaan terima kasih sekaligus permintaan maaf.Dari posisi duduknya, Yara bisa melihat kedua anak itu tampak bermain dengan riang di tepi taman. Dengan Elvaro yang terlihat mengejar kupu-kupu yang berterbangan ke sana ke mari, sementara Elvira tampak memetik beberapa bunga di dekatnya. Beberapa pelayan masih berjaga di sisi mereka, bahkan ada pula yang membantu Nona muda memetik bunga.“Mereka berdua sangat merindukan sosok Ibunya,” Suara Delbaranta berhasil menarik kembali perhatian Yara.Dari tempatnya, Yara menatap Delbaranta, yang baru saja menukar piring berisi steak.Yara melirik ke arah piringnya, yang dagingnya sudah dipotong rapi dan siap disantap. Kembali menatap Delbara
Topik pesta pertunangan Duke Muda Silvernera dengan Lady Roscheana masih hangat diperbincangkan di mana-mana.Ada begitu banyak orang yang teerlihat mengkhawatirkan Yara.Elisa, adalah salah satunya.Dengan dalih persiapan acara pesta minum teh di Istana, yang diadakan seminggu lagi, Elisa mengajaknya keluar. Padahal Yara tahu betapa khawatirnya dia padanya.Tadi, begitu Elisa datang, dengan iringan ekspresi khawatirnya, dia langsung bertanya, “Apa Anda baik-baik saja, Yara?”Tentu saja Yara langsung memasang ekspresi sedih dan mengangguk, berpura-pura lagi terlihat tegar.Karena itu, Elisa meminta izin pada Marchioness untuk membawa Yara keluar dengan alasan mencari gaun dan perhiasan yang cocok untuk datang ke pesta minum teh Istana. Meski awalnya Marchioness menolak dengan dalih akan mengundang pemilik butik dan pemilik toko perhiasan demi keamanan Yara, namun pada akhirnya diizinkan setelah Yara membujuknya.Setelah mengingat Dellchaira yang akan membuat ulah, seperti akan terluka







