“Aku antar!” Arka masih menahan pergelangan tangan Kalla. Tak dibiarkan wanita cantik itu menjauh sebelum mendapat kejelasan.“Mas, lepas!”“Di mana mobilmu? Siapa yang mengantar ke sini?” Pandangan Arka menyapu halaman rumah mamanya dan tidak ada mobil lain kecuali miliknya.“Chand.” Kalla menjawab tegas. Tidak ada keraguan. Bahkan, dia tak khawatir suaminya akan beranggapan yang bukan-bukan. Kenapa harus takut dicap berselingkuh ketika Arka sendiri membuka pintu untuk Erika dengan terang-terangan.“Aku antar.”“Tidak perlu, Mas. Aku bisa naik taksi.”“Kalla ....” Nada bicara Arka berayun, membujuk istri yang terus keras kepala.“Aku akan tunjukkan pada dunia, tanpamu ... aku bisa, Mas.” Kalla menegaskan.“Tidak ada yang meragukan itu. Bahkan, kamu bisa lebih hebat dariku. Sudah, aku antar pulang, Sayang.”Kalla menggeleng. “Aku tidak mau, Mas. Aku bisa pulang sendiri.”Berontak, Kalla berusaha mengurai cekalan di pergelangannya. Sikap keras yang dulu ditujukan pada kedua orang tua,
Last Updated : 2026-09-10 Read more