"Kamu tidak bisa membuangku begitu saja!” tegas Erika. Dia tak terima diputuskan Arka begitu saja. Tanpa penjelasan, tak juga diberi kesempatan membela diri. Bahkan, dia tak tahu jelas kesalahannya.“Ri, aku mohon. Aku tak bisa kehilangan Kalla. Aku mencintainya. Sangat mencin ....”Tamparan kedua berlabuh di pipi yang sama. Belum hilang nyeri dan panas dari pukulan pertama, Arka kembali mendapat perlakuan serupa. Jemari terkepal, dia berusaha untuk tak meledak-ledak di tengah keramaian. Pandangan mengedar, semu merah menjalar di wajah tampannya yang tak memudar walau usia sudah tak terbilang muda.Malu. Apalagi beberapa pengunjung rumah sakit sempat melirik ke arah mereka dan diam-diam mengintai pertengkaran.“Kamu benar-benar menipuku, Arka!” tegas Erika dengan napas naik turun.“Terserah kamu mau bilang apa. Aku minta maaf.” Suara Arka melunak. “Semua ini salahku. Ya, aku tahu.” “Ya, jelas semua salahmu, Arka. Dan, aku tidak bisa terima diputuskan begitu saja. Aku ....”Arka menar
Terakhir Diperbarui : 2026-08-25 Baca selengkapnya