"Ayah." Prajogo mengangkat kepala, lalu memandang ke arah Samuel yang baru masuk ke dalam ruang kerjanya. "Ada apa, Nak?" tanya Prajogo lembut. "Aku ingin belajar bisnis keluarga,” jawab Samuel, padahal itu hanya siasatnya saja. Kalimat itu membuat Prajogo tertawa. "Kamu serius?! Kamu ini masih SMA. Anak SMA fokus sekolah saja,” remeh Prajogo. "Aku bukan anak kecil lagi," protes Samuel. Di masa depan aku yang akan meneruskan perusahaan ini. Kuharap ayah mengizinkanku belajar dari sekarang,” jelas Samuel mencari celah. Prajogo menatap anaknya. Selama ini Samuel tidak pernah menunjukkan minat terhadap perusahaan. Kini, melihat kesungguhan Samuel, tentu saja Prajogo merasa senang. "Baiklah," kata Prajogo menyetujui. "Kalau Ayah tidak keberatan, bagaimana kalau dimulai dari sekarang?" tawar Samuel sambil merenggut dokumen dari tangan Prajogo. "Hahaha...Ayo, tanya saja ke ayah bila kamu tidak mengerti." *** Sejak malam itu, Prajogo mulai mengajak Samuel berdiskusi
Last Updated : 2026-08-10 Read more