Bukk…!Tubuh Radin Shah terjengkang ke lantai dingin. Punggungnya menghantam sudut ranjang. Rasa sakit di fisiknya tak seberapa, namun rasa hina yang mengoyak dada jauh lebih menyiksa. Di depan matanya, harga dirinya sebagai seorang suami runtuh, diinjak-injak oleh kaki istrinya sendiri.“Dasar laki-laki mokondo! Sudah pengangguran, di ranjang letoy, payah! Disuruh kerja enak malah menolak!” semprot Safitri, sang istri, sembari menunjuk wajah Radin dengan penuh jijik.Padahal, wajah suaminya tidaklah jelek, tampan dan tinggi malah, tapi badan Radin ringkih dan kurus, seolah kurang gizi.Radin hanya bisa menghela napas panjang. Dia bangkit perlahan, membenarkan letak sarung dan kaus lusuhnya yang tampak menyedihkan.Di titik ini, dia terlalu lelah untuk membantah, muak dengan pertengkaran yang terus berulang setiap hari, seolh rutinitas yang justru makin membuatnya tertekan.Pria bertubuh kurus namun berwajah ganteng itupun melangkah keluar kamar dengan pikiran suntuk. Radin duduk term
Última atualização : 2026-08-09 Ler mais