Compartir

Bab 2: Layani Tante Lin

Autor: mrd_bb
last update Fecha de publicación: 2026-08-09 22:04:36

Safitri merapikan kerah kemeja suaminya dengan senyum puas yang tertahan. Hari ini, sesuai janjinya kepada Tante Lin—yang sudah mentransfer uang muka sebesar seratus juta rupiah—Safitri membawa Radin Shah ke sebuah apartemen mewah di pinggiran kota Jakarta.

Wangi lobi yang mewah dan pencahayaan temaram lorong apartemen terasa begitu asing bagi guru honorer miskin seperti Radin, yang baru kali ini injakan kaki di apartemen ini, biasanya kalau ada acara, paling banter hotel bintang 2 atau 3.

Langkah Safitri terhenti sejenak di lorong yang sepi. Wanita itu merogoh tas kecilnya, mengeluarkan sebutir kapsul, lalu menyodorkannya pada Radin.

"Minum ini. Vitamin," perintah Safitri mutlak. "Biar kamu nggak loyo di dalam sana."

Radin membuang muka, malas berdebat. Ia menelan kapsul itu mentah-mentah, tanpa sedikit pun curiga pada niat busuk sang istri.

“Ingat, di depan Tante Lin, kamu sebut aku ini sepupumu, bukan istrimu,” bisik Safitri tajam, mengingatkan rencana liciknya sesaat sebelum mereka tiba di depan pintu kamar.

Radin Shah hanya diam. Tatapan matanya dingin menatap nomor kamar apartemen yang tertera di daun pintu.

Hatinya bergemuruh antara rasa muak dan terhina kepada wanita yang berstatus istrinya itu.

Ting tong…!

Safitri menekan bel kamar. Tak butuh waktu lama, terdengar langkah kaki anggun dari dalam yang mendekat ke arah pintu.

Cklek.

Begitu pintu terbuka, seraut wajah jelita dengan gurat oriental dan senyum manis langsung menyambut mereka.

Radin sempat tertegun sekilas. Wanita di hadapannya ini mengenakan gaun tidur berbahan sutra yang sangat tipis, memperlihatkan siluet tubuhnya yang masih kencang dan aduhai di balik terpaan lampu kamar mewah apartemen ini.

Tante Lin langsung mengarahkan pandangan matanya, menilai tubuh tinggi kurus Radin Shah dari bawah hingga ke atas.

‘Ganteng… Sayangnya sepupu si Safitri ini terlalu kurus. Coba kalau tubuhnya sedikit berisi dan dibentuk kekar, dia pasti tidak kalah tampan dari artis Rezky Aditya,’ batin Tante Lin, merasa cukup puas dengan modal awal pria yang akan menghamilinya ini.

Di sisi lain, jantung Radin sempat berdesir halus. ‘Gila… Cantik sekali!’ puji Radin dalam hati.

Walaupun dia bukan seorang pria flamboyan yang suka menggoda wanita, mau tidak mau Radin harus mengakui bahwa Tante Lin memiliki pesona matang yang luar biasa.

Wanita inilah yang akan bersamanya selama satu minggu ke depan, demi uang satu miliar.

“Masuk, Safitri. Jadi, ini sepupu yang kamu ceritakan itu? Radin Shah?” sapa Tante Lin dengan nada suara yang ramah dan anggun, berbasa-basi sembari memberikan senyuman manisnya.

“Hehehe, iya, Tante. Jangan lihat kurusnya ya,” sahut Safitri tanpa tedeng aling-aling, langsung mempromosikan suaminya layaknya barang dagangan.

“Sepupu aku ini steril, sehat, dan yang paling utama… dia bukan gigolo loh, Tante. Jadi Tante tidak usah ragu atau takut tertular penyakit. Aku yang jamin kualitasnya!”

Mendengar ucapan istrinya yang begitu murah dan tidak punya harga diri, Radin Shah mengepalkan tangannya di dalam saku celana.

Dia merutuk habis-habisan dalam hati. Rasanya ingin sekali dia menampar mulut Safitri saat itu juga, namun dia menahannya.

‘Nikmati saja uang haram itu sekarang, Safitri,’ batin Radin, memendam amarah yang sedalam lautan, tapi dia benar-benar tak berdaya, seperti keledai bodoh yang mau saja di bawa kemanapun.

“Oke… Aku akan mentransfer sisa uangnya paling lambat tiga hari lagi, setelah kelak aku benaran hamil. Aku ingin melihat dulu, apakah Radin Shah mampu memuaskan hasratku. Dan yang paling utama, semoga dia bisa membuatku hamil, Safitri,” cetus Tante Lin. Nada suaranya terdengar layaknya perintah mutlak yang tidak bisa dibantah.

“Beres, Tante! Radin, ingat ya, layani Tante Lin bak seorang ratu. Selamat tinggal!” sahut Safitri dengan senyum manis penuh kemenangan.

Tanpa beban sedikit pun, wanita itu berbalik dan melangkah pergi, tega meninggalkan suaminya berduaan dengan wanita lain di dalam kamar apartemen mewah itu.

Mendengar pintu kamar tertutup rapat, jantung Radin berdegup kencang.

Dia duduk dengan kaku dan tegang di atas sofa kulit yang empuk. Di hadapannya, Tante Lin berdiri tegak.

Sebagai wanita berkelas, Tante Lin tidak langsung mengajak Radin melompat ke atas ranjang. Dia tahu cara menikmati permainan.

Gaun sutra merah malam itu membungkus ketat tubuh semampainya, sengaja dirancang untuk memamerkan setiap lekuk.

Potongan dada rendahnya memperlihatkan bukit kembarnya yang penuh dan padat, seolah nyaris tumpah dari balik kain tiap kali ia bernapas.

Saat ia berbalik, gaun itu mencetak jelas lekuk bagian tubuh bawahnya yang matang dan terangkat sempurna, memberikan pemandangan yang membuat dada Radin makin sesak.

Tante Lin melangkah anggun menuju kulkas minibar. Dia mengambil sebuah botol wine berkelas, lalu menuangkan isinya ke dalam dua gelas kaca berkaki tinggi.

Wanita itu berjalan mendekat, aroma parfum mewahnya mendahului langkahnya, lalu menyodorkan satu gelas kepada Radin.

“Minum dulu, untuk menghangatkan badanmu,” ujar Tante Lin lembut.

Radin yang merasa tenggorokannya mendadak kering langsung menerima gelas itu. Karena mengira itu hanya minuman soda biasa, dia langsung meneggaknya dengan cepat.

Uhuk! Uhuk!

Radin hampir terbatuk. Rasa hangat yang membakar langsung menjalar dari tenggorokan menuju dadanya.

“Hehehe… Jangan langsung ditenggak seperti itu. Pelan-pelan saja, kadar alkoholnya ringan, kok,” ceplos Tante Lin terkekeh geli melihat kepolosan pria di depannya.

**

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Satu Miliar Demi Kesenangan Maksimal   Bab 10: Sial Itu Tak Ada Dalam Kalender

    Dengan dada yang masih bergemuruh hebat oleh amarah, ia memutar tubuh, bermaksud kembali ke area parkiran motor untuk mengambil matik bekasnya.Namun, seolah takdir belum puas mencabik-cabik hidupnya hari ini, kesialannya justru bertambah berkali-kali lipat.Dari kejauhan, mata tajam Radin menangkap siluet seorang pemuda asing yang tengah sibuk mengutak-atik dan menghidupkan paksa mesin motornya di area parkiran liar taman kota tersebut dengan kunci palsunya."Hei, maling! Bangsat, itu motorku!" teriak Radin lantang, suaranya menggelegar hingga seketika mengundang perhatian orang-orang di sekitar taman.Brummmm!Mesin motor matik itu meraung keras. Si maling langsung menarik gas dalam-dalam dan melaju kencang. Radin yang didera kepanikan luar biasa nekat menerjang maju, berusaha menahan bagian belakang motornya.Tetapi, sebelum tangannya sempat mencengkeram besi behel, sebuah hantaman keras mendarat telak di tubuhnya.Bukk!Radin terkena tendangan brutal dari pemuda bermotor lain yang

  • Satu Miliar Demi Kesenangan Maksimal   Bab 9: Hari yang Sial

    Padahal... jika mau berkaca, Radin sendiri pun tidak kalah mengenaskan dan perlu dikasihani.Sempat mengalami perbaikan gizi dan memiliki tubuh yang proporsional serta bugar selama satu bulan penuh hidup mewah bersama Tante Lin, kini penampilannya kembali ke setelan pabrik.Bahkan 2 bulanan lalu Mba Iis dengen bercanda bilang, wajah dan tubuh Radin, bagus banget, nggak kalah dari tubuh artis Jefri Nichol! Rahang Radin juga kokoh dan berdagu belah, kulitnya juga cerah.Kini…. Tanpa asupan makanan yang layak dan didera stres berkepanjangan, tubuh jangkungnya kembali terlihat kurus kering dan ringkih, brewoknya pun mulai lebat nggak di cukur lebih dari satu bulan.Mengusir rasa ragu yang sempat melintas, Radin merogoh saku celananya. Ia mengambil uang satu juta rupiah dari dompet lusuhnya—yang secara otomatis membuat simpanannya kini kian kritis, hanya tersisa empat jutaan lagi."Ini, Mbak... simpan saja uang ini. Jangan pernah berpikir untuk mengembalikannya dulu. Semoga ini bisa sediki

  • Satu Miliar Demi Kesenangan Maksimal   Bab 8: Disaat Susah, Ada Lagi yang Lebih Susah!

    Dua bulan kemudian…Dengan badan lesu dan bahu merosot, Radin jalankan pelan motornya menyusuri gang sempit menuju rumah bedengnya.Hari ini seharusnya menjadi hari yang membahagiakan karena jadwal menerima honor mengajar.Namun, kenyataan pahit kembali menamparnya. Gaji honorernya yang sudah tertunggak selama enam bulan lagi-lagi ditunda oleh pihak yayasan.Padahal... honornya hanya 350 ribu rupiah sebulan. Angka yang teramat kecil, namun sangat berarti untuk menyambung hidupnya di kerasnya kota Jakarta.Saat tangannya mendorong pintu papan rumah bedeng sewaannya yang sudah reot, sayup-sayup telinga Radin menangkap suara lengkingan bising dari bedeng sebelah. Itu suara pertengkaran hebat antara Mbak Iis dan Sapto, suaminya.Mbak Iis mengamuk, memaki Sapto yang sudah satu bulan menghilang tanpa kabar dengan seribu alasan, tetapi hari ini tiba-tiba pulang tanpa rasa bersalah.Belum sempat Radin melangkah lebih jauh ke dalam kamarnya, terdengar suara dentuman keras. Sapto pergi begitu s

  • Satu Miliar Demi Kesenangan Maksimal   Bab 7: Safitri ‘Kabur’ Membawa Uang

    Radin Shah kini benar-benar dikurung di dalam apartemen mewah Tante Lin selama satu minggu penuh, persis seperti surat perjanjian awal.Siang dan malam, pria kurus itu dipaksa untuk terus menumpahkan seluruh benih terbaiknya ke dalam rahim Tante Lin yang tengah haus akan keturunan.Namun, tanpa sepengetahuan Radin, sebuah pengkhianatan baru sedang berjalan di luar dinding apartemen.Pada hari ketiga, Safitri yang sudah pulang sejak malam pertama, diam-diam menghubungi Tante Lin. Dengan sejuta alasan palsu dan sikap memohon-mohon yang licik, dia meminta agar Tante Lin mengirimkan uang muka tambahan sebesar empat ratus juta rupiah terlebih dahulu.Sisa lima ratus juta rupiah sisanya baru akan diserahkan setelah Tante Lin dinyatakan positif hamil.“Tolonglah Tante Lin, aku mau bayar hutang, maklumlah, aku dan si Radin kan banyak kebutuhan sehari-hari…!” kata Safitri sengaja jual nama suaminya.Tante Lin yang teramat puas dengan stamina dan pelayanan luar biasa dari Radin sama sekali tida

  • Satu Miliar Demi Kesenangan Maksimal   Bab 6: Lihat Safitri, Ini Yang Kamu Mau, Kan?

    Radin Shah, yang malam ini sengaja membiarkan dirinya hanyut dalam pusaran permainan, menuruti perintah itu tanpa membantah.Satu per satu helai pakaiannya dilepas hingga menyisakan selembar penutup terakhir, mengekspos bentuk tubuh tinggi kurusnya yang ternyata menyimpan lekuk atletis yang tersembunyi."Andai kamu mau berlatih gym sedikit saja, Radin... hmm, perempuan manapun pasti akan leleran melihat ototmu ini," goda Tante Lin, tersenyum puas mengamati tubuh di hadapannya.“Kalau Tante Lin puas, aku akan senang hati turuti permintaan tante, agar di hari lain Tante makin senang!” sahut Radin, mulai sengaja ‘main api’ sengaja untuk membuat Safitri makin melotot.Hasilnya..cespleng, mata Safitri benaran melotot mendengar ucapan berani suaminya ini.“Woww…amazing!” sahut Tante Lin makin sumringah.Mata lentik wanita itu kemudian berkilat menatap ukuran pusaka Radin. Ia melirik sinis ke arah Safitri yang wajahnya kian pucat pasi. "Lihat barang bagus sepupumu ini, Fitri. Sayang sekali k

  • Satu Miliar Demi Kesenangan Maksimal   Bab 5: Tetap Memaksakan Radin Layani Tante Lin

    Tiga hari kemudian....Sesuai janjinya kepada Tante Lin, Safitri kembali menyeret Radin Shah menuju gedung apartemen mewah tempat wanita keturunan itu tinggal.Radin hanya bisa melangkah pasrah mengekori istrinya yang galak itu.Begitu pintu Kamar 404 diketuk, seraut wajah cantik nan anggun milik Tante Lin kembali menyambut mereka.Bedanya, kali ini tatapan Tante Lin tidak lagi seramah tiga hari lalu. Ada aura dominan dan dingin yang begitu memancar dari pesona jelitanya.Safitri yang hendak pamit pulang setelah menyerahkan Radin langsung tertegun saat sebuah tangan menahan lengannya.“Hei, wanita sundal. Kamu juga masuk dulu, tidak boleh buru-buru pulang,” cetus Tante Lin dingin, dan mata lentiknya bersinar tajam dan membuat Safitri tak berkutik.Kalimat itu membuat Safitri terkejut. Detak jantungnya mendadak tidak beraturan. Dia menoleh ke arah Radin yang hanya berdiri diam mematung seperti tidak peduli.“A-ada apa, Tante?” tanya Safitri dengan suara bergetar, rasa segan dan takut m

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status