Beranda / Urban / Satu Miliar Demi Kesenangan Maksimal / Bab 3: Sudah Tanpa Busana…Tetapi?

Share

Bab 3: Sudah Tanpa Busana…Tetapi?

Penulis: mrd_bb
last update Tanggal publikasi: 2026-08-09 22:10:24

“M-maaf… Aku pikir ini hanya minuman soda biasa,” sahut Radin gugup dengan wajah yang mulai memerah.

Namun, bukan hanya alkohol yang bekerja. Cairan wine itu dengan cepat memicu kapsul perangsang dosis tinggi yang dicekokkan Safitri di lorong tadi.

Efek minuman itu bereaksi dengan cepat. Tak butuh waktu lama, kepala Radin mulai terasa pening dan kunang-kunang.

Pandangannya agak kabur, membuat sosok Tante Lin di hadapannya terlihat berbayang namun tampak jauh lebih sensual.

Melihat reaksi Radin, Tante Lin tertawa renyah. Dia makin menyukai kepolosan pria kurus bertubuh tinggi ini.

Tante Lin sekarang benar-benar yakin dengan ucapan Safitri, Radin Shah memang bukan seorang gigolo atau laki-laki komersial.

Bagaimana mungkin seorang gigolo profesional langsung teler dan pusing hanya karena meminum wine dengan kadar alkohol serendah ini?

Tante Lin meletakkan gelasnya sendiri di atas meja, lalu melangkah mendekati sofa tempat Radin duduk.

Bibirnya menggigit telinga Radin yang langsung merinding oleh sentuhan Tante Lin, “Aku harap kamu seperkasa yang dibilang Safitri…”

Sensasi hangat yang menjalar dari telapak tangannya membuat senyum Tante Lin kian lebar.

“Ternyata kamu menggemaskan juga, Radin,” bisik Tante Lin parau, tepat di depan bibir pemuda itu.

Ia menegakkan tubuh sebentar, menatap Radin yang terengah-engah dengan mata setengah terpejam.

Bunyi resleting gaun sutra yang diturunkan perlahan terdengar begitu nyaring di dalam kamar yang sunyi.

“Malam ini, jangan tahan apa pun... biarkan Tante yang memanjakanmu sampai lemas,” gumamnya dengan nada yang dipenuhi gairah.

Kain merah mahal itu meluncur turun lewat bahunya, lalu jatuh menumpuk di sekitar kakinya.

Dengan gerakan lambat yang penuh rasa percaya diri, Tante Lin membiarkan pakaian dalam hitam berendanya menyusul tergeletak tak berguna di lantai.

“Katakan, Radin... kamu suka melihatku seperti ini, kan?” godanya seraya membiarkan sepasang bukit kembarnya yang penuh naik-turun seirama napasnya yang makin memburu.

Radin hanya mampu mengerang pasrah, tenggorokannya terlalu kering untuk sekadar menjawab.

Tante Lin merangkak naik ke atas ranjang, menindih tubuh Radin yang tak berdaya.

Persentuhan kulit polos mereka yang mendadak membuat Radin melonjak pelan, sepenuhnya terperangkap dalam cengkeraman gairah sang nyonya yang tak lagi bisa dihentikan.

“Astaga…!” pekik Tante Lin tertahan. Matanya terbelalak, terkejut sekaligus takjub ketika perutnya merasakan benda keras dan besar. Lalu, saat ia melongok, wajahnya semakin diliputi ketakjuban. “Siapa sangka, di balik tubuh kurusmu ini, kamu punya 'senjata' yang luar biasa, Radin.”

Gairah Tante Lin langsung mendidih sampai ke ubun-ubun, tak sabar untuk segera menerkam dan meraup kenikmatan malam ini.

Tapi… saat Tante Lin ingin melangkah lebih jauh untuk segera memulai ritual bikin anak, senyum di bibirnya mendadak hilang.

“Radin? Hei?” panggil Tante Lin, menepuk pelan pipi pemuda itu.

Tepat di detik-detik panas itu, napas Radin mendadak tersengal putus-putus. Keringat dingin membanjiri dahinya. Reaksi kapsul perangsang dosis tinggi yang dicekokkan Safitri tadi, yang bercampur dengan alkohol, ternyata terlalu keras menghantam sarafnya.

“P-pusing…” racau Radin lemah.

Kepalanya terkulai ke samping. Matanya terpejam rapat. Radin Shah, pemuda tampan itu, malah menggeletak pingsan, tak sadarkan diri seketika.

"Hei! Bangun, Radin!" Tante Lin menepuk pipi Radin dengan panik yang perlahan berubah menjadi kekesalan luar biasa.

Sia-sia dia membangunkan Radin yang tetap klenger. Saking jengkelnya, Tante Lin lalu menelpon sekuriti yang selama ini dia sogok.

“Towel, kamu naik ke atas, bawa orang tolol di kamarku ini, buang saja di pinggir jalan,” perintah Tante Lin ketus dan nadanya marah, seraya mengenakan kembali gaun dan pakaian dalamnya.

“Siap nyonyah besar, beress!” sahut Satpam Towel, sebab uang sogokan baru sebesar 500 ribu kembali membayang di otaknya.

Dengan sigap dan mudah, Towel papah tubuh kurus Radin dan membawanya keluar kamar apartemen ini, lalu membawanya ke sebuah pinggir jalan, kemudian meletakan begitu saja tubuh mabuk Radin di sebuah kursi.

“Safitri, perjanjian batal, sepupu kamu letoy, payah, nggak sesuai kecap yang kamu jual, dia klenger, gara-gara minum wine, huhh!” bentak Tante Lin via telpon, padahal dia sebelumnya sudah naik spanning tinggi, tapi gagal total malam ini, kesalnya sampai naik ke ubun-ubun…!

Sumpah serapah pun keluar dari mulut tante cantik ini, hasratnya padam dan dia rugi besar.

Safitri sampai gemetaran kena marahin habis-habisan Tante Lin. “S-sabar Tante Lin, aku lupa bilang Radin nggak bisa minum, salah tante sih, kok ajak dia minum,” sahut Safitri, nggak mau kalah.

“Kamu jemput sepupu tolol kamu itu yang diletakan sekuritiku di pinggir jalan di depan apartemen ini, aku beri lagi satu kesempatan minggu dari sekarang. Kalau dia tetap gagal, kembalikan uangku yang 100 juta itu dan mimpi kamu miliki sisanya yang 900 juta lupakan saja!”

“J-jangan begitu Tante Lin, aku minta waktu, aku jamin di lain hari, dia pasti akan bisa membuktikan kejantanannya,” seru Safitri dengan suara serak, takut banget ‘rejeki’ di depan mata akan melayang.

Klik, telpon di matikan Tante Lin dan Safitri bukan main marahnya merutuki kelakuan Radin, rencananya buyar, dan malah uang depe 100 juta yang sudah terlanjur dia pakai hingga 50 juta untuk bayar hutang dan belanja-belanja terancam diambil lagi...!!!

**

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Satu Miliar Demi Kesenangan Maksimal   Bab 172: Soraya Ternyata...?

    Hanya saja, ada satu ganjalan kecil yang diungkapkan oleh sang dosen pembimbing di sela-sela obrolan mereka."Kamu itu otaknya pintar, Balang. Rencana penelitian skripsi kamu ini bagus banget. Harusnya kamu sudah bisa ikut wisuda tahun lalu, kamu cukup 4 tahun kurang 2 bulan kuliah!" kata dosen pembimbing itu sambil melepas kacamata bacanya, menatap Radin dengan senyum maklum."Kok..bisa aku jadi telat wisuda, kenapa pa dosen?" tanya Radin spontan, untung saja si dosen ini nggak ngeh atau curiga, Radin memang belum 100 persen bisa berlakon bak Balang sesungguhnya. "Kamu emang sempat kendala nggak punya duit buat bayar administrasi semester akhir. Tapi kamu harus bersyukur, berkat mantan kekasih kamu yang cantik itu, seluruh biaya bayaran skripsi kamu tahun ini akhirnya bisa dilunasi. Kan kamu cuma dapat beasiswa UKT yang nggak mengkaver biaya perpanjangan."Radin sempat tersentak di tempat duduknya. Jantungnya berdesir kencang mendengarkan penuturan itu."Mantan kekasih saya... maksu

  • Satu Miliar Demi Kesenangan Maksimal   Bab 171: Bertemu Mahasiswi yang Bikin Balang Patah Hati

    Dua minggu kemudian, di parkiran kampus Universitas Indonesia...Suara deru mesin motor sport baru milik Radin akhirnya mereda di bawah rindangnya pohon peneduh parkiran.Tepat setelah Radin melepas helm full-face mahal yang dikenakannya, ia sempat dibuat tertegun.Seorang mahasiswi berparas sangat cantik menatapnya lekat-lekat dari kejauhan, lalu melangkah lebar menghampirinya dengan raut wajah penuh kecemasan."Balang! Aku dengar dua mingguan kamu habis kecelakaan hebat banget, ya? Kamu tak apa-apa kan?" tegur si mahasiswi cantik itu begitu berdiri di depan motor Radin.Sorot matanya bergerak gelisah, memeriksa sekujur tubuh Radin dari atas sampai bawah. "Gimana kondisi kamu sekarang? Kamu beneran udah nggak apa-apa?"Radin mengernyitkan dahi. Ia menatap datar wajah perempuan asing di depannya, sama sekali tidak menemukan satu pun memori tentang wanita ini di dalam benaknya."Sorry... lo siapa ya?" tanya Radin dengan nada suara yang sangat tenang dan dingin.Perempuan itu seketika m

  • Satu Miliar Demi Kesenangan Maksimal   Bab 170: Wanita Cantik Tamu Raka Akbar Razak

    "Gila ya lo, Bos! Kalau kelakuan lo jor-joran kayak gitu, yang ada penyamaran lo malah bisa kebongkar. Bisa geger itu asrama, kalau tahu Balang di masukin roh pa Bos..?!" seru Samsi dari seberang telepon.Suaranya terdengar panik bercampur heran saat Radin menceritakan kalau dia baru saja menggelontorkan uang miliaran rupiah untuk merenovasi Asrama Borneo dan memanjakan Soraya."Tapi lo harus hati-hati juga, Bos. Jangan sampai si Soraya malah hamidun duluan. Bisa ngamuk si Balang yang asli pas bangun nanti, tahu kalau asetnya udah dipakai duluan! Hahaha," olok Samsi lagi sambil terkekeh jahil, setelah Radin dengan blak-blakan mengaku kalau dia sudah menghajar si cantik mirip Raline Shah itu sampai lemas semalaman.Radin hanya mendengus pelan, menyeka keringat di dahinya dengan handuk kecil. "Tenang aja, semua masih dalam kendali gue. Sekarang gimana perkembangan tubuh asli gue yang diisi roh si Balang?" Radin balik bertanya, mengalihkan pembicaraan ke topik yang lebih krusial."Sampai

  • Satu Miliar Demi Kesenangan Maksimal   Bab 169: Bikin Geger Anak Asrama

    Sebuah notifikasi m-banking masuk. Ketika Soraya membuka pesan tersebut, sepasang mata indahnya seketika membelalak sempurna.Jantungnya nyaris copot dan kakinya mendadak lemas sampai harus berpegangan kuat pada pundak Radin.Di layar ponselnya tertera nominal transferan masuk sebesar satu miliar rupiah dari rekening Radin.Angka dengan deretan nol yang sangat panjang itu sukses membuat Soraya hampir pingsan saking syok dan senangnya.Hari ini, Radin benar-benar telah mengunci mati seluruh jiwa dan raga kekasih si Balang ini agar tidak akan pernah bisa berpaling ke pria lain.Tapi, setelahnya Soraya mendesah-desah di ruang tamu rumah mewah ini, Radin kembali minta...jatah, akaii.“Dueeh kamu kesambet apa sih sayang, kok minta lagi...tapi tak apa deeeh, ntar kalau jadi baby, kita nikah yaaa?” bisik Soraya.“Pasti dong sayaang, kamu akan jadi istriku selamanya,” bisik Radin, menahan tawa, sekaligus kelak akan bingung si Balang, kenapa jadi begini...? Sebab Balang yang asli, sebenarnya m

  • Satu Miliar Demi Kesenangan Maksimal   Bab 168: Bikin Asrama Lebih Waaah...!

    Mereka berdua sama sekali tidak peduli—atau mungkin terlalu larut dalam gairah untuk menyadari—bahwa dinding kamar asrama itu sangat tipis.Di lantai bawah, anak-anak mahasiswa yang sedang begadang sambil main gim atau mengerjakan tugas mendadak saling tatap.Keheningan malam asrama pecah oleh gema suara desahan manja Soraya yang berulang kali lolos dari lantai atas, beradu dengan derit ritmis ranjang besi yang bergoyang hebat."Amboi... Mbak Soraya bener-bener dihajar habis-habisan sama Bang Balang malam ini, coooy. Hahaha," bisik Sandi sambil menyenggol lengan temannya, menahan tawa geli agar tidak bersuara."Gila ya, si Balang baru sembuh kecelakaan tapi staminanya malah makin badak," timpal mahasiswa lain sambil geleng-geleng kepala, tapi sesekali menahan kuping dengarkan desahan Soraya.Meskipun penasaran setengah mati, tidak ada satu pun dari sepuluh mahasiswa di sana yang berani melangkah naik, apalagi sampai nekat mengintip.Mereka tahu betul, kalau sampai ketahuan mengganggu

  • Satu Miliar Demi Kesenangan Maksimal   Bab 167: Soraya Bingung Balang Jadi Pejantan Tangguh

    Soraya merem-melek, tubuhnya menggeliat tak berdaya di atas ranjang. Biasanya setelah dia mengulum batang kokoh Balang sampai letoy, pria itu akan cepat lemas dan minta diganti.Tapi malam ini… beda total. Radin yang merasuki tubuh Balang justru membuatnya jadi monster bercinta yang lapar.Lidah Radin bergerak liar di antara paha terbuka Soraya. Ia tidak sekadar menjilat. Ia menyerang. Lidahnya panjang, kasar, dan penuh teknik, menekan klitoris yang sudah bengkak, lalu menyeret ke bawah, menusuk-nusuk liang basah yang terus-menerus mengeluarkan cairan yang makin banyak ajeeeh.“Aduhaaaiii… enak banget Balang, kamu belajar di mana siiihhh—”Kata-kata Soraya terputus saat Radin tiba-tiba menghisap kuat klit-nya sambil memasukkan dua jari tebal sekaligus.Suara basah “schlurp… schlurp…” memenuhi kamar. Jari-jari itu menekuk ke dalam, mencari titik manisnya dengan tepat, mengucek dengan cepat dan kasar.“Ngghhh—! Pelan… pelan dikit—ahhh sialan!” Soraya memekik, pinggangnya terangkat tingg

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status