"Kamu berani ngancam aku, Val?" Alvaro berdiri tegak dari kursinya. Dia merangsek maju lalu mencengkeram tangan Valencia erat-erat. Jujur saja, dia tidak pernah menginginkan pertunangan ini. Jika bukan karena urusan bisnis dan desakan ayahnya, Alvaro pasti sudah meninggalkan Valencia sejak dulu. Valencia menyentak tangannya dengan kasar. "Jangan pikir aku enggak tahu, ya ... Alvaro! Kamu masih berhubungan sama cewek itu, kan?" Alvaro tersentak. Dia tidak menyangka Valencia tahu hubungannya dengan Eveline. Alvaro mendadak bungkam, dia tidak bisa mengelak, tapi juga enggan mengaku. Valencia itu nekat. Bagaimanapun juga, Alvaro masih menyimpan rasa untuk Eveline dan berharap bisa kembali padanya. Dia tidak mau Eveline kena masalah cuma gara-gara ulah Valencia. Alvaro memalingkan wajah, menghindari kontak mata. "Itu cuma masa lalu. Enggak usah dibesar-besarkan, deh!" "Masa lalu kamu bilang?" sergah Valencia yang semakin geram. "Masa lalu, tapi kamu masih berharap balik sama
Última actualización : 2026-08-16 Leer más