"Nama kamu Sienna, ya?" Gadis kecil dengan rambut dikuncir dua itu mengangguk. Ayunannya masih bergoyang saat Valencia mendekat ke arahnya. Suasana di area bermain cukup sepi. Hanya ada beberapa pengawas yang sedang mengawasi anak-anak lain. Dengan alasan ingin melihat sekolah untuk anaknya, Valencia bisa masuk ke area sekolah dengan leluasa. Valencia menghentikan laju ayunan Sienna, lalu duduk di depannya. "Ikatan rambutmu bagus. Siapa yang kuncir?" "Mama," jawab Sienna dengan mata berbinar. "Wah, Mama kamu hebat, ya." Sienna mengangguk bangga. "Kalau Ayah kamu, apa dia hebat juga?" tanya Valencia sekadar basa-basi. Sienna yang awalnya tidak peduli, tiba-tiba langsung menoleh dengan senyum mengembang. "Tentu saja, Tante! Papa Kael-ku hebat banget. Dia selalu belikan Sienna makanan dan mainan yang bagus-bagus. Aku sayang Papa Kael!" Valencia hanya menyunggingkan senyum licik. 'Dasar anak bodoh, dia itu bukan ayahmu.' Melihat Sienna,.putri Alvaro dan Eveline, amarah
Última actualización : 2026-09-09 Leer más