"Ha?! Nikah?! Kita kan nggak kenal deket!"Mata Eveline terbuka lebar. Dadanya berdebar hebat karena syok, berusaha mencerna semua yang baru saja terjadi. Pria yang lebih cocok jadi ayahnya ini baru saja melamarnya.Kael berjongkok di depan Eveline dengan tatapan serius. "Iya, nikah. Ini demi kebaikan kamu, Eve.""Nggak mungkin lah, Om! Om kan tahu aku lagi hamil, hamil anak orang, Om. Walaupun aku lagi kesusahan, aku bukan cewek gampangan!" cecar Eveline dengan nada naik beberapa oktaf."Aku nikahin kamu bukan buat ambil keuntungan darimu, Eveline. Ini demi kamu, demi nyelametin reputasi kamu," balas Kael tenang namun mantap.Eveline menelan ludah. Ucapan Kael tepat mengena di hatinya. Ia tahu ia butuh status pernikahan ini untuk menutupi aibnya, tapi egonya terlalu tinggi."Nggak, Om. Aku nggak mau!"Kael mendekatkan wajahnya. Tatapannya begitu intens hingga membuat Eveline gugup. "Aku nggak akan macam-macam. Kita nikah kontrak dan buat kesepakatan yang nggak ngerugiin kamu.""Nikah
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-10 อ่านเพิ่มเติม