"Papa, Mama tadi dipukul orang!" Sienna berlari ke arah Kael dengan wajah panik. Gadis kecil itu paham betul kalau Papanyalah yang bisa menolong Mamanya. Kael langsung berjongkok dan merentangkan kedua tangan saat Sienna menghambur ke pelukannya. Dadanya terasa sesak mendengar aduan sang putri. Ada rasa bersalah yang menusuk, ia merasa gagal melindungi dua wanita tercintanya. Kael menunduk, lalu berbisik lembut, "Memangnya siapa yang berani ganggu Mama?" Bibir Sienna langsung mengerucut dengan kedua tangan bersedekap di dada. "Mamanya si gendut, Pa! Tadi Mamanya tiba-tiba mukul Mama, terus dorong Mama sampai jatuh. Untung aja ada Om baik." Mata Kael seketika menyipit mendengarkan penuturan itu. "Siapa Om baik itu, Sayang?" Namun, belum sempat Sienna menjawab, Eveline perlahan terbangun. "Mama!" "Hai, Sayang," sahut Eveline lirih. Eveline belum sepenuhnya sadar ketika mendapati Kael sudah berdiri di depannya, menatapnya penuh tanda tanya. "Kael? Kok udah pulang?" Kael cuma m
Última actualización : 2026-09-06 Leer más