"Lakukan apa yang aku suruh. Jangan kasih mereka ampun!" Meski diucapkan berbisik, ada ketegangan yang amat sangat dalam ucapannya. Kael berniat membuat perhitungan mati-matian dengan siapa pun yang berani menyentuh Eveline. "Siap, Pak. Bakal saya urus sampai tuntas," sahut asistennya dari seberang telepon. Kael makin mendekatkan ponsel ke bibirnya. "Ingat, kalau mereka bungkam, bikin sekalian diam selamanya." "Baik, Pak!" Begitu mendapat jawaban yang diinginkan, Kael langsung mematikan sambungan. Tangannya yang bebas sibuk mengusap lembut rambut sang istri yang masih tertidur pulas di sampingnya. "Aku bakal bikin mereka menyesal karena udah berani targetin kamu, Eve," bisik Kael halus. Mengingat momen saat Eveline meneleponnya tadi, Kael benar-benar panik setengah mati. Bayangan terburuk langsung menguasai pikirannya. Tanpa berpikir panjang, dia langsung menyambar motor asistennya dan melesat, sementara sang asisten diminta melacak lokasi keberadaan Eveline. Kael tak ak
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-16 อ่านเพิ่มเติม