Sinar matahari pagi yang hangat menerobos masuk melalui celah gorden, menyinari Rehan yang sedang mematut diri di depan cermin. Dia merapikan kemeja kasualnya, memastikan penampilannya tampak rapi sebelum pergi menjemput sang kekasih."Rapi banget pagi-pagi begini, Han? Mau ke mana?" Tanya Ibu dari arah dapur seraya membawa secangkir teh hangat yang masih berasap tipis.Rehan memutar badan dan tersenyum manis."Mau jemput Liona, Bu. Kan sesuai janji kemarin, waktu Liona keluar dari rumah sakit, Rehan mau ajak dia main ke rumah kita buat ketemu Ibu." Jawab Rehan.Wajah Ibu seketika berbinar bahagia."Ya ampun, Liona sudah sehat betul, Nak? Ya sudah, Ibu siapin kue bolu buatan Ibu ya buat camilan kalian nanti.""Wah, pas banget itu, Bu. Liona pasti seneng banget. Rehan berangkat sekarang ya, Bu." Sahut Rehan bersemangat."Iya, Nak. Hati-hati di jalan ya," pesan Ibu seraya mengusap bahu putranya."Iya, Bu," pamit Rehan mencium tangan ibunya lalu melangkah keluar.Tak butuh waktu
Última actualización : 2026-09-24 Leer más