"Jangan pernah temui putriku lagi! Pergi dari kehidupan Liona, dan jangan pernah menampakkan wajahmu di depan keluarga saya lagi!"Kalimat dingin yang meluncur tajam bagaikan sembilu itu terus berulang, bergema tanpa henti memukuli rongga dada Rehan.Tante Meri memutar tubuhnya, mendorong pintu besi tangga darurat dengan kasar, dan melangkah pergi begitu saja.Brak!Suara pintu besi yang membentur bingkainya bergema nyaring, menyisakan Rehan yang masih terduduk mematung seorang diri di atas lantai dingin."Maafkan aku, Liona... Maafkan aku..." bisik Rehan parau, meremas dadanya yang terasa begitu sesak. Pilihan itu telah dibuat. Uang transferan seratus juta rupiah telah menyelamatkan nyawa ibunya dari cengkeraman maut, namun dia harus membayar harga yang amat mahal, kehilangan Liona, gadis yang sangat dicintainya.Sementara itu, Tante Meri melangkah menyusuri pelataran rumah sakit dengan pikiran yang sepenuhnya kacau.Langkah kakinya terasa limbung, menyusuri lorong demi loron
Última actualización : 2026-09-06 Leer más