Pagi itu di samping ranjang Bu Rahmi, Rehan berdiri telaten menyuapkan sendok demi sendok bubur hangat ke mulut sang ibu.Meski lingkaran hitam terbentuk samar di bawah matanya akibat gejolak batin semalaman, pemuda itu tetap berusaha tersenyum manis."Makan yang banyak ya, Bu. Biar nanti pas Dokter datang, kondisi Ibu semakin membaik." Tutur Rehan lembut.Bu Rahmi mengangguk pelan, menerima suapan terakhir dari putranya seraya menyapu bibir dengan tisu."Iya, Han. Ibu sudah merasa jauh lebih segar hari ini. Kamu sendiri tidak ada kuliah pagi ini, Nak?""Tidak ada jadwal kuliah pagi ini, Bu," jawab Rehan seraya meletakkan mangkuk kosong di atas meja nakas."Jadi Rehan mau izin pulang sebentar ke rumah. Mau mandi, ganti baju, sekalian ambil beberapa pakaian ganti buat Ibu.""Iya, Nak. Baju yang kamu pakai dari kemarin memang sudah kusam dan kusut sekali," ujar Bu Rahmi menatap ke arah putranya dengan prihatin. "Ibu kasihan lihat kamu tidur di sofa terus. Nanti di rumah jangan cum
Last Updated : 2026-09-05 Read more