Malam semakin larut, rehan berusaha memejamkan matanya, perasaan tak sabar menanti hari esok begitu terasa, hingga membuatnya sangat sulit untuk memejamkan mata.Rasa lelah dan gelisah karena penantian memaksanya untuk tetap terjaga. Hingga perlahan tubuhnya mulai tak mampu menahan semua, perlahan mata Rehan terpejam, dan terlelap dalam buaian dinginya malam itu.Waktu terus berjalan, dimana mimpi-mimpi indah malam itu harus terjeda akan datangnya mentari pagi.Sinar matahari pagi menembus celah gorden di kamar rawat Bu rahmi, membiaskan kehangatan di atas lantai yang bersih.Suasana pagi itu terasa jauh lebih cerah dari biasanya bagi Rehan. Ada perasaan bersemangat yang membara di dada pemuda itu, menyapu bersih sisa-sisa kegelisahan yang sempat mengendap.Hari yang dia tunggu-tunggu akhirnya tiba, sebuah kesempatan untuk menemui sang pujaan hati tanpa bayang-bayang ketakutan.Sebelum dia pergi ke rumah Liona, dia sempatkan untuk melayani ibunya dengan baik, dan memastikan semua keb
Last Updated : 2026-08-31 Read more