Suara sengau Toni mengagetkan Dwi yang masih bersimbah di lantai memohon kepada Naura. Wanita itu berbalik menengadahkan kepala melihat Toni yang berdiri menjulang di sampingnya. “Kau, siapa?” tanya Dwi lirih.“Aku adalah adik dari pria yang dibunuh oleh suamimu.”“Apa?”Suasana hening mencekam ruang tamu. Dwi masih duduk tertegun melihat Toni yang menatapnya dengan dingin.“Apa perkataanmu dapat aku pegang?”“Perkataan?” tanya Dwi linglung.“Kalau kau bersedia melakukan apa pun demi menyelamatkan masa depan putramu.”Dengan gerakan lambat, Dwi berdiri tegak saling bertatap dengan Toni yang melihatnya dengan tajam dan dingin. Ia menelan ludah juga membasahi pipinya, serta mengusap ait mata yang membasahi wajahnya.“Ya, akan aku lakukan apa pun demi menyelamatkan masa depan putraku,” jawab Dwi lirih tanpa ragu.“Meski itu kau harus memilih antara suami dan anakmu?” tanya Toni yang semakin dalam menatap ke dalam mata Dwi.Dwi tidak segera menjawab, mata mereka bertemu dan saling menila
Terakhir Diperbarui : 2026-09-14 Baca selengkapnya