Darwis datang saat malam telah larut, meski begitu tidak terlihat wajah lelah dari pria itu setelah mengemudi selam dua hari satu malam dari Jakarta ke Pasuruan, lalu harus bertemu dengan Fadhil dan kembali mengemudi ke bandara. Toni yang sudah menunggu kedatangannya dengan secangkir kopi hitam pekat, menawarkan waktu ke Darwis untuk istirahat namun ditolak.“Tidak apa-apa. Saya baik-baik saja,” kata Darwis.“Kau bisa membuat kopi dulu, baru kita bicara.”“Baik”Dengan secangkir kopi hitam yang lebih pekat dari milik Toni, Darwis bergabung dengan Toni di ruang tamu.“Jadi, bagaimana?” tanya Toni. “Apa Om Fadhil bersedia membantu kita?”“Beliau menawarkan hal yang lain pada kita.”“Apa itu?” Toni tidak lagi duduk dengan santai, bahunya langsung tegak saat mendengar penawaran lain yang disampaikan oleh Fadhil.“Beliau bertanya apakah selain menambah pabrik untuk produksi yang kita miliki, apakah kita bisa menjadi investor bagi petani di wilayahnya yang saat ini sedang mengalami kesulita
Last Updated : 2026-08-14 Read more