"Tuan, makanan sudah siap di meja," potong seorang pelayan, membuat Selina sontak mundur menjauhi Leon. Leon mendengus kesal. "Lain kali, kalau kami sedang berdua, jangan mengganggu!" Pelayan itu menunduk canggung. "Ma-maafkan saya, Tuan." Selina mendelik ke arah Leon yang emosi hanya karena masalah sepele. "Tidak perlu minta maaf, Mbak. Kamu tidak salah," seloroh Selina cepat, tak mau memperpanjang masalah. Ia lalu menatap Leon tajam. "Jangan bentak-bentak orang cuma karena hal sepele." Leon hanya mengacak rambutnya frustrasi, lalu menarik napas panjang. "Terserah. Ayo makan dulu, kamu belum makan dari tadi." Selina mengangguk, lalu mengekor di belakang Leon. Begitu sampai di meja makan, deretan hidangan mewah yang menggugah selera tersaji rapi. Selina meneguk ludah. Ia jarang sekali menemukan hidangan semewah ini di rumahnya. Leon tersenyum tipis melihat reaksi itu. Ia menarik lembut lengan Selina agar duduk di kursi. "Jangan cuma dilihat. Semua hidangan ini dibua
Last Updated : 2026-10-01 Read more