"A-apa yang kau lakukan?" Eliana kembali tercengang saat dekapan Edward kian erat dan pemuda itu menundukkan kepalanya di bahu kiri Eliana lagi. Edward menghela napasnya panjang. "Aku sangat lelah," katanya. "Aku lama menunggumu di restoran, tapi kau belum juga datang. Jadi aku berniat menjemputmu, tapi malah bertemu di sini." Perlahan, Eliana melepaskan pelukan pemuda itu dan ia membalikkan badannya menatap Edward. Dia tidak seceria biasanya. "Ada apa denganmu? Apa kau sakit?" tanya Eliana menatapnya lekat. Setelah mengenal anak itu, Eliana merasa sudah familiar dengan keberadaan Edward yang suka muncul di manapun Eliana berada. "Aku tidak tahu," jawab Edward, ia meraih tangan Eliana dan meletakkan di pipinya. "Sentuhlah, apakah kulitku terasa panas?" Eliana menyergah napasnya panjang, begitu telapak tangannya menyentuh pipi dan kening Edward, pemuda itu malah terkekeh gemas. Di mata Eliana, Edward yang bertingkah seperti itu malah terlihat menggemaskan, seperti anak
Last Updated : 2026-09-02 Read more