Sepuluh menit kemudian, Eliana dan Edward sampai di depan jalan gang menuju ke rumah Eliana. Rupanya, benar apa yang Edward katakan bahwa cuaca menjadi semakin dingin. Eliana menoleh pada pemuda di sampingnya itu. "Edward, sebentar lagi kau juga harus segera pulang. Kau harus naik taksi atau bus kota, agar tidak kedinginan," ujar Eliana sambil menatap pemuda itu. Edward mengangguk, telapak tangan besarnya menyentuh pucuk kepala Eliana. "Ya, jangan khawatirkan aku." Eliana merasa tidak enak hati pada anak itu. Seandainya ia tidak memiliki pasangan, mungkin Eliana akan mengajak Edward untuk makan malam dulu bersamanya di rumah. Sebagai tanda terima kasih, karena setiap malam, Edward selalu mengantarkannya pulang. Tetapi, itu semua hanyalah seumpama. Karena Eliana memiliki suami, ia tidak berani meminta Edward untuk mampir ke rumahnya. Saat Eliana berjalan memasuki gang, langkah kakinya dan langkah Edward tiba-tiba terhenti. "Aku tidak mau tahu, pokoknya besok kau harus
Last Updated : 2026-09-17 Read more