"Jadi ... apa yang membuatmu sampai menangis?" Edward menatap wajah Eliana dari samping dan mengurai pelukannya pada wanita itu. Eliana menyeka air matanya perlahan, wanita itu mendongak menatap Edward. "Adikku ... mendapatkan biaya keringanan dari pihak panti. Mulai hari ini tadi, dia juga sudah dipindahkan di kamar perawatan yang lebih baik," ujar Eliana bercerita. Wanita itu tersenyum, walaupun matanya berkaca-kaca. "Aku merasa sedikit lebih lega, Edward...." Edward ikut tersenyum. Pemuda dengan balutan mantel hitam itu mengusap pucuk kepala Eliana dengan lembut sambil menatap manis wajah wanita itu dari sisi samping. "Kalau begitu, kau bisa menggunakan uangmu untuk hal lain atau bersenang-senang," ujar Edward menasehatinya. "Selama ini kau sudah bekerja keras, kau juga harus menikmati hasilnya." Eliana tertunduk mendengarnya ucapan Edward. Di sisi lain, ia menyadari bahwa Edward sering berbuat baik padanya, membelikannya barang yang mahal, dan juga makanan, tak ha
Last Updated : 2026-09-12 Read more