Leon mencengkeram pergelangan tanganku, saking kuatnya seolah ingin meremukkan tulangku.Aku mendesis kesakitan. "Aku seharian di kamar, nggak ngelangkah ke mana-mana. Kalau kamu nggak percaya, tanya aja kepala pelayan."Sudut bibir Leon menyunggingkan seringai dingin, sorot matanya sarat akan rasa muak."Aku nggak perlu nanya! Giselle, selama ini cara apa yang belum pernah kamu pakai?""Nyadap ponselku, nyewa cewek buat godain aku cuma buat ngetes aku .... Selama kamu mau keluarin duit, siapa sih di dunia ini yang nggak bakal rela mati-matian nurutin ego kamu?"Menatap rasa muak yang tak lagi dia sembunyikan di matanya, jantungku serasa diremas. Yang tersisa hanyalah rasa ironi yang memenuhi dada.Bertahun-tahun ini, aku berjuang seperti orang gila, bukankah karena dia memang benar-benar selingkuh?"Kalau kamu udah nggak percaya sama aku, buat apa aku ngomong. Jadi, kamu maunya apa?"Leon menatap wajahku yang pucat, tetapi tetap menantang, lalu tiba-tiba terkekeh pelan.Dia menunduk m
Read more